Japfa Kirim Bantuan Pakan Ternak ke Pengungsi Gunung Agung

Rabu, 11 Oktober 2017 | 20:40 WIB
HK
B
Penulis: Harso Kurniawan | Editor: B1
(ki-ka) Head of Region Bali II Japfa Poultry Commercial Dicision Timor Diplan, VP Marketing East Area Japfa Feed Division Tonny Rosmadianto, VP Head of Corp. Comm & Social Investment Japfa R. Artsanti Alif menyerahkan bantuan pakan ternak dan diterima oleh Bupati Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumantri.
(ki-ka) Head of Region Bali II Japfa Poultry Commercial Dicision Timor Diplan, VP Marketing East Area Japfa Feed Division Tonny Rosmadianto, VP Head of Corp. Comm & Social Investment Japfa R. Artsanti Alif menyerahkan bantuan pakan ternak dan diterima oleh Bupati Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumantri. (Antara )

Jakarta - PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk mengirimkan bantuan pakan ternak sapi sebanyak 74 ton ke Posko Logistik Tanah Ampo, Manggis, Karangasem, Bali. Pengiriman pakan sapi tersebut dilakukan secara bertahap untuk menjaga pasokan ketersediaan pakan sapi.

"Japfa memberikan bantuan dalam bentuk 24 ton pakan konsentrat dan sekitar 50 ton pakan hijauan untuk sapi. Bantuan akan diberikan bertahap agar di setiap pos penampungan terdapat pasokan yang stabil," ujar Head of Corporate Communication & Social Investment Department Japfa R. Artsanti Alif dalam keterangan resmi, Rabu (11/10).

Selain memberikan bantuan pakan untuk para peternak sapi, Japfa telah melakukan evakuasi ayam milik peternak di sekitar Kabupaten Karangasem. Japfa juga telah melakukan evakuasi ayam-ayam milik peternak mitra segera setelah peningkatan status kebencanaan Gunung Agung menjadi siaga IV.

"Ayam yang berada di kandang peternak sudah memiliki berat memadai. Adapun yang masih terlalu muda kami pindahkan ke kandang-kandang lain milik perusahaan ataupun mitra," ujar Corporate Affairs Director Japfa Rachmat Indrajaya.

Rachmat menjelaskan, penyelematan ayam peternak merupakan upaya Japfa untuk tetap memperhatikan pendapatan peternak selama di masa pengungsian. Dengan demikian, meski mereka berada di pengungsian, peternak tetap mendapatkan penghasilan.

Koordinator Satgas Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Bali I Ketut Nata Kusuma menyatakan, peningkatan status kebencanaan Gunung Agung tidak hanya berdampak terhadap pengungsian manusia tetapi juga pengungsian hewan. Saat ibum terdapat sekitar 20 ribu ekor sapi yang berada di daerah rawan. Dari jumlah tersebut, baru sekitar 5.600 ekor sapi yang berada di pos penampungan.

"Pemindahan ternak diperlukan agar pemiliknya tidak masuk ke zona rawan dengan alasan mencari rumput atau melihat ternak. Saat ini, telah disiapkan sekitar 41 pos penampungan peternak," papar dia. 



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon