Hasil Autopsi Praljak, Penjahat Perang Bosnia Meminum Sianida
Sabtu, 2 Desember 2017 | 08:49 WIB
Den Haag - Slobodan Praljak, penjahat perang yang bunuh diri dalam sidang di Pengadilan Internasional Kriminal untuk eks wilayah Yugoslavia (ICTY) Persatuan Bangsa-bangsa dinyatakan meminum cairan potasium sianida, Jumat (1/12) atau Sabtu (2/12) Waktu Indonesia Barat.
Dalam sidang yang dilakukan pada Rabu (29/11) di Den Haag, Praljak menolak keputusan dari hakim dan berteriak,"Slobodan Praljak bukan penjahat perang, saya merasa terhina dengan keputuan ini," sembari berdiri kemudian meminum cairan dari botol kecil.
Hakim meminta Praljak untuk berhenti melakukan hal tersebut dan meminta tirai ditutup. Siaran streaming langsung kemudian terhenti beberapa saat kemudian.
Praljak (72) terkulai lemas, lalu terengah-engah kehabisan nafas. Kendati dilarikan ke rumah sakit, pemimpin perang Bosnia-Kroasia itu tak dapat diselamatkan.
Dalam pernyataan pers, Jumat yang dilansir ICTY, hasil autopsi pada Praljak menunjukkan bahwa dia telah meminum cairan potasium sianida. "Ditemukan kandungan potasium sianida dalam darah Praljak. Hal ini menyebabkan kegagalan fungsi jantung, yang mengindikasikan penyebab kematian," tulis keterangan tersebut.
Kendati begitu masih dipertanyakan bagaimana Praljak mendapatkan botol berisi cairan potasium sianida tersebut. Mengingat penjagaan yang begitu ketat di sel tahanan serta gedung pengadilan sebelum terjadinya bunuh diri tersebut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




