Gerindra Bantah Prabowo Minta Mahar Politik La Nyalla Miliaran

Kamis, 11 Januari 2018 | 23:34 WIB
HS
WP
Penulis: Hotman Siregar | Editor: WBP
Prabowo Subianto dan La Nyalla Bertemu di Bondowoso
Prabowo Subianto dan La Nyalla Bertemu di Bondowoso

Jakarta - Partai Gerindra secara tegas membantah tuduhan La Nyalla Matalitti yang menyebut ketua umumnya Prabowo Subianto meminta uang sebesar Rp 40 miliar. Dana itu diklaim sebagai mahar politik untuk didukung pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur.

Hal itu ditegaskan Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria di kompleks parlemen, Senayan Jakarta, Kamis (11/1). Riza bahkan memberi contoh saat Gerindra dukung Jokowi-Ahok di Pilgub DKI Jakarta pada 2012 lalu, partainya urunan menyumbang uang untuk memenangkan kandidatnya tersebut. "Tanya Pak Jokowi ada bayar enggak berkontribusi pada partai? Malah kami dari Partai Gerindra, Pak Prabowo ikut membantu Rp 62,5 miliar," katanya.

Hal itu, tegas Riza, membuktikan bahwa partai Gerindra justru berkorban untuk kepentingan bangsa. Tidak hanya itu, saat Gerindra mendukung Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Uno di Pilgub DKI Jakarta 2017 lalu, Sudrajat-Ahmad Syaikhu di Pilgub Jabar 2018, hingga Sudirman Said di Pilgub Jateng 2018, tidak ada satu rupiah pun partai meminta uang.

"Jadi Gerindra bukan partai minta-minta uang. Tapi sebaliknya berkontribusi," katanya.

Dalam konferensi pers di Restoran Mbok Berek, Tebet Jakarta Selatan, Kamis (11/1), La Nyalla menyebut Partai Gerindra meminta 'mahar' sebelum mengeluarkan rekomendasi untuknya di Pilgub Jatim 2018. Dia merinci total uang yang telah dikeluarkannya.

"Yang pasti saya sudah keluar uang Rp 5,9 miliar. Saya juga sudah buka cek Rp 70 miliar sudah dibawa oleh Saudara Daniel ke Hambalang," ungkapnya.

Saat bertemu dengan Prabowo itu, La Nyalla juga ditanya kesiapan untuk uang saksi. Satu saksi Rp 200.000. Di tiap TPS ada dua saksi. Jumlah TPS mencapai 68.000 TPS. Dengan hitungan itu maka La Nyalla harus menyiapkan Rp 28 miliar untuk saksi.

Tapi, kata La Nyalla, yang diminta justru Rp 48 miliar. Uang itu harus diserahkan sebelum tanggal 20 Desember 2017. "Enggak sanggup saya, ini namanya saya beli rekom, saya enggak mau," ucapnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon