Tiga Terduga Teroris Ditangkap, Satu Dilepas
Jumat, 11 Mei 2012 | 20:36 WIB
Diduga terlibat dalam pengeboman Gereja Kepunton Solo lalu.
Penyelidikan kasus meledaknya Bom Gereja Kepunton, Solo yang meledak pada 25 September 2011 berlanjut. Setelah menangkap enam orang dalam serangkaian operasi pekan lalu (bukan 12 orang, red.), Detasemen Khusus 88/Antiteror kembali menangkap tiga orang.
"Hari ini kita melepas satu orang karena tidak terbukti dan resmi menahan lima orang lainnya setelah 7x24 jam Sedangkan hari ini kita kembali menangkap tiga orang yang lain," kata penyidik Densus 88/Antiteror yang dihubungi Jumat (11/5).
Penyidik itu mengoreksi informasi yang dilansir Kadiv Humas Polri, Irjen Saud Usman Nasution, sebelumnya yang menyatakan jika 12 orang telah ditangkap oleh detasemen berlambang burung hantu itu di sejumlah tempat terpisah pekan lalu Saat itu Saud mengatakan jika Kamis 3 Mei ada tujuh orang yang ditangkap di Jakarta Pusat, lalu pada Jumat, 4 Mei ada empat orang ditangkap di Sumatera Utara; dan satu orang ditangkap pada 5 Mei di Sumatera Selatan.
Lima yang resmi menjadi tersangka itu, sumber itu melanjutkan, adalah Udin alias Umar, Andri alias Hendrik, Dedi Irawan, Abu Dafa, dan Agus. "Sedangkan info yang tiga orang kita tangkap hari ini nanti dulu ya," katanya.
Info Tiga Orang Itu
Tambahan info soal ketiga orang yang ditangkap hari ini itu datang dari Kabidpenum Polri Kombes Boy Rafli Amar.
Menurut Boy mereka adalah D alias K yang ditangkap di Gang Comal VI Jl Kyai Mojo, Semanggi, Pasar Kliwon, Solo pada pukul 13 karena terlibat bom Gereja Solo dan menyimpan sisa bahan peledak bom malam 1 suro di depan Polsek Pasar Kliwon pada 2009 lalu D menyimpan sisa bom itu bersama dengan Andri alias Hendrik yang telah ditangkap sebelumnya.
Lalu juga ada T alias P yang ditangkap di Pasar Legi jam 14. Dia terlibat bom Gereja Solo.
"Satu lagi A P alias G alias D yang ditangkap di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya pukul 15:30. Dia terkait pembelian senjata untuk pelatihan di Poso. Para tersangka masih dilakukan pemeriksaan secara intensif oleh Tim Densus 88 Mabes Polri," kata Boy.
Bom Solo meledak pada 25 September 2011 di Gereja Kepunton, Jl Arif Rahman Hakim. Pelaku bom bunuh diri di Solo, Jawa Tengah, Pino Damayanto alias Hayat, juga terkait dengan bom di Mapolres Cirebon yang diledakkan Muhammad Syarif. Keduanya disebut-sebut terkait dengan Jamaah Anshoru Tauhid Cirebon, namun berulangkali dibantah.
Penyelidikan kasus meledaknya Bom Gereja Kepunton, Solo yang meledak pada 25 September 2011 berlanjut. Setelah menangkap enam orang dalam serangkaian operasi pekan lalu (bukan 12 orang, red.), Detasemen Khusus 88/Antiteror kembali menangkap tiga orang.
"Hari ini kita melepas satu orang karena tidak terbukti dan resmi menahan lima orang lainnya setelah 7x24 jam Sedangkan hari ini kita kembali menangkap tiga orang yang lain," kata penyidik Densus 88/Antiteror yang dihubungi Jumat (11/5).
Penyidik itu mengoreksi informasi yang dilansir Kadiv Humas Polri, Irjen Saud Usman Nasution, sebelumnya yang menyatakan jika 12 orang telah ditangkap oleh detasemen berlambang burung hantu itu di sejumlah tempat terpisah pekan lalu Saat itu Saud mengatakan jika Kamis 3 Mei ada tujuh orang yang ditangkap di Jakarta Pusat, lalu pada Jumat, 4 Mei ada empat orang ditangkap di Sumatera Utara; dan satu orang ditangkap pada 5 Mei di Sumatera Selatan.
Lima yang resmi menjadi tersangka itu, sumber itu melanjutkan, adalah Udin alias Umar, Andri alias Hendrik, Dedi Irawan, Abu Dafa, dan Agus. "Sedangkan info yang tiga orang kita tangkap hari ini nanti dulu ya," katanya.
Info Tiga Orang Itu
Tambahan info soal ketiga orang yang ditangkap hari ini itu datang dari Kabidpenum Polri Kombes Boy Rafli Amar.
Menurut Boy mereka adalah D alias K yang ditangkap di Gang Comal VI Jl Kyai Mojo, Semanggi, Pasar Kliwon, Solo pada pukul 13 karena terlibat bom Gereja Solo dan menyimpan sisa bahan peledak bom malam 1 suro di depan Polsek Pasar Kliwon pada 2009 lalu D menyimpan sisa bom itu bersama dengan Andri alias Hendrik yang telah ditangkap sebelumnya.
Lalu juga ada T alias P yang ditangkap di Pasar Legi jam 14. Dia terlibat bom Gereja Solo.
"Satu lagi A P alias G alias D yang ditangkap di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya pukul 15:30. Dia terkait pembelian senjata untuk pelatihan di Poso. Para tersangka masih dilakukan pemeriksaan secara intensif oleh Tim Densus 88 Mabes Polri," kata Boy.
Bom Solo meledak pada 25 September 2011 di Gereja Kepunton, Jl Arif Rahman Hakim. Pelaku bom bunuh diri di Solo, Jawa Tengah, Pino Damayanto alias Hayat, juga terkait dengan bom di Mapolres Cirebon yang diledakkan Muhammad Syarif. Keduanya disebut-sebut terkait dengan Jamaah Anshoru Tauhid Cirebon, namun berulangkali dibantah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
HUKUM & HANKAM
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




