Pemerintah Bakal Tambah Jargas 79.531 Sambungan

Jumat, 9 Februari 2018 | 22:47 WIB
RA
B
Penulis: Retno Ayuningtyas | Editor: B1
 PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) semakin agresif menambah infrastruktur pipa gas bumi nasional. Saat ini, total panjang pipa yang dimiliki dan dioperasikan PGN telah mencapai lebih dari 7.000 kilometer (km).
PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) semakin agresif menambah infrastruktur pipa gas bumi nasional. Saat ini, total panjang pipa yang dimiliki dan dioperasikan PGN telah mencapai lebih dari 7.000 kilometer (km). (Istimewa)

JAKARTA – Pemerintah berencana membangun jaringan gas (jargas) rumah tangga sebanyak 79.531 sambungan pada tahun ini. Pembangunan jargas ini ditugaskan kepada PT Pertamina (Persero) dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN).

Sekretaris Jenderal merangkap Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ego Syahrial mengatakan, selama periode 2009-2014, jargas di Indonesia tercatat baru sekitar 70 ribu sambungan. Namun dalam tiga tahun terakhir, jumlah jargas sudah bertambah signifikan hingga menjadi sekitar 200 ribu sambungan.

"Tahun ini jumlahnya (yang dibangun) 79.531 sambungan, jadi luar biasa. Itu nanti PGN dan Pertamina setengah-setengah," kata dia di Jakarta, Kamis (8/2).

Lokasi pembangunan jargas tahun ini mengacu pada Kepmen ESDM Nomor 267 K/10/MEM/2018 dan Kepmen ESDM Nomor 268 K/10/ MEM/2018. Pertamina ditugaskan membangun jargas rumah tangga beserta infrastruktur pendukungnya di Kabupaten Musi Rawas dan Kabupaten Penajam Paser Utara. Sedangkan PGN mendapat tugas di Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serang, Kota Pasuruan dan Kabupaten Probolinggo.

Kepmen tersebut juga menugaskan Pertamina dan PGN mengembangkan jargas di lokasi eksisting. Pertamina ditugaskan untuk mengembangkan jargas beserta infrastruktur pendukungnya di Kota Lhokseumawe, Kota Palembang, Kota Prabumulih, Kabupaten Sidoarjo, Kota Balikpapan dan Kota Bontang. Sedangkan PGN mendapat tugas mengembangan jargas di Kabupaten Bogor, Kota Cirebon dan Kota Tarakan.

Selanjutnya, penugasan pembangunan dan pengembangan jargas oleh Pertamina dan PGN ini dilaksanakan dengan pembiayaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Kementerian ESDM Tahun Anggaran 2018. "Anggarannya cukup besar, sekitar Rp 850 miliar," tutur Ego.

Dalam Kepmen tersebut juga ditetapkan bahwa Menteri ESDM menetapkan alokasi gas bumi untuk jargas rumah tangga, dengan mempertimbangkan realisasi volume pengoperasian jargas.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyiapkan alokasi gas bumi, termasuk penyesuaian alokasi gas bumi berdasarkan realisasi volume gas bumi. Ego mengakui jumlah jargas yang ada saat ini masih kurang.

Pihaknya juga menginginkan agar jargas dapat dibangun di setiap daerah. Pasalnya, pemerintah berharap seluruh masyarakat dapat menikmati gas bumi dibandingkan dengan gas minyak cair (liquefied petroleum gas/LPG) yang masih diimpor. Namun, diakuinya pula bahwa hal ini tidak mudah. "Cuma kan masalahnya infrastruktur, pipa (transmisi) belum ada, kemudian alokasi gas," ujar dia.

Sebelumnya, dia mengungkapkan, Indonesia disebutnya tidak defisit energi ketika pasokan gas bisa masuk sampai ke rumah-rumah, mengingat produksi migas mencapai 2 juta barel setara minyak per hari. Untuk itu, pihaknya bakal melanjutkan pembangunan jaringan gas (jargas) ke rumah tangga hingga menyentuh 1,9 juta sambungan pada 2019.

"Idealnya kita bisa (kurangi impor LPG) kalau sudah 3 juta sambungannya. Kita kan target 1,9 juta sambungan, kalau ini direalisasikan, bisa (impor berkurang)," jelas Ego.

Dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), target pembangunan jargas dipatok lebih tinggi. Rincinya, pada 2025 ditargetkan bakal ada jargas sebanyak 4,73 juta sambungan, kemudian naik lagi menjadi 7,73 juta sambungan pada 2030. Selama 2009-2016, jargas yang telah terbangun yakni sebanyak 189 ribu sambungan rumah tangga.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon