Khawatir Kesehatan Tim, Basarnas Minta Saran Kemenkes
Rabu, 16 Mei 2012 | 13:46 WIB
Kondisi jenazah yang sudah selama tujuh hari berada di ruang terbuka menjadi kendala tersendiri yang dapat mengganggu kesehatan tim evakuasi.
Badan SAR Nasional (Basarnas) akan meminta rekomendasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mengecek dampak kesehatan kondisi jasad korban terhadap tim evakuasi yang sudah berkerja di lokasi tabrakan Sukhoi Superjet 100 selama lebih dari satu minggu.
"Kesulitan kami di bawah, korban kan sudah tujuh hari kondisinya sudah seperti apa, saya rasa Anda semua bisa membayangkan. Karena itu, saya sedang pikirkan minta rekomendasi dari Kementerian Kesehatan, kalau seperti itu bagaimana. Sudah sampai tujuh hari, bagaimana dampaknya kepada rescuer (tim evakuasi) kami pikirkan juga," kata Kepala Basarnas, Marsdya Daryatmo, di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, hari ini.
Menurut dia, kondisi jenazah yang sudah selama tujuh hari berada di ruang terbuka menjadi kendala tersendiri yang dapat mengganggu kesehatan tim evakuasi. "Evakuasi korban, tadi masih ada beberapa kantong," ungkap dia.
Meski demikian, Daryatmo menegaskan, kendati kondisi seperti itu, bukan berarti evakuasi dihentikan. "Evakuasi tetap berlanjut sampai waktu yang belum kami tentukan," tegas dia.
Ditambahkan Daryatmo, sebagian besar jenazah disebut sudah berhasil dievakuasi. "Sebagian besar sudah kami evakuasi. Body part-body part sudah kami ambil dari bawah (jurang/tebing), juga yang di atas pohon," tutur dia.
Diketahui, Sukhoi Superjet 100 RA 36801 datang ke Indonesia sebagai bagian dari promosi penjualan. Pesawat pabrikan Rusia itu, lepas landas dari Landasan Udara Halim Perdana Kusuma untuk uji coba sekitar pukul 14.21, Rabu (9/5).
Namun, sekitar 15 menit di udara, pesawat tersebut mendadak hilang kontak. Saat hilang, diketahui pesawat ada di titik koordinat 06° 43' 08" Lintang Selatan dan 106° 43' 15" Bujur Timur, di daerah Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat.
Berdasarkan manifes, pesawat itu diperkirakan mengangkut 45 penumpang baik dari warga negara Indonesia maupun asing. Bangkai SSJ 100, ditemukan hancur di kawasan Gunung Salak Bogor.
Badan SAR Nasional (Basarnas) akan meminta rekomendasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mengecek dampak kesehatan kondisi jasad korban terhadap tim evakuasi yang sudah berkerja di lokasi tabrakan Sukhoi Superjet 100 selama lebih dari satu minggu.
"Kesulitan kami di bawah, korban kan sudah tujuh hari kondisinya sudah seperti apa, saya rasa Anda semua bisa membayangkan. Karena itu, saya sedang pikirkan minta rekomendasi dari Kementerian Kesehatan, kalau seperti itu bagaimana. Sudah sampai tujuh hari, bagaimana dampaknya kepada rescuer (tim evakuasi) kami pikirkan juga," kata Kepala Basarnas, Marsdya Daryatmo, di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, hari ini.
Menurut dia, kondisi jenazah yang sudah selama tujuh hari berada di ruang terbuka menjadi kendala tersendiri yang dapat mengganggu kesehatan tim evakuasi. "Evakuasi korban, tadi masih ada beberapa kantong," ungkap dia.
Meski demikian, Daryatmo menegaskan, kendati kondisi seperti itu, bukan berarti evakuasi dihentikan. "Evakuasi tetap berlanjut sampai waktu yang belum kami tentukan," tegas dia.
Ditambahkan Daryatmo, sebagian besar jenazah disebut sudah berhasil dievakuasi. "Sebagian besar sudah kami evakuasi. Body part-body part sudah kami ambil dari bawah (jurang/tebing), juga yang di atas pohon," tutur dia.
Diketahui, Sukhoi Superjet 100 RA 36801 datang ke Indonesia sebagai bagian dari promosi penjualan. Pesawat pabrikan Rusia itu, lepas landas dari Landasan Udara Halim Perdana Kusuma untuk uji coba sekitar pukul 14.21, Rabu (9/5).
Namun, sekitar 15 menit di udara, pesawat tersebut mendadak hilang kontak. Saat hilang, diketahui pesawat ada di titik koordinat 06° 43' 08" Lintang Selatan dan 106° 43' 15" Bujur Timur, di daerah Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat.
Berdasarkan manifes, pesawat itu diperkirakan mengangkut 45 penumpang baik dari warga negara Indonesia maupun asing. Bangkai SSJ 100, ditemukan hancur di kawasan Gunung Salak Bogor.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
HUKUM & HANKAM
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




