Doa Lintas Agama di Sunter Tunjukkan Soliditas Masyarakat

Minggu, 25 Maret 2018 | 08:15 WIB
CF
JS
Penulis: Carlos Roy Fajarta | Editor: JAS
Tokoh agama dari berbagai daerah mengikuti kegiatan doa lintas agama di RW07 Kelurahan Sunter Agung di halaman Gereja Katolik Santo Lukas, Jakarta Utara pada Sabtu, 24 Maret 2018.
Tokoh agama dari berbagai daerah mengikuti kegiatan doa lintas agama di RW07 Kelurahan Sunter Agung di halaman Gereja Katolik Santo Lukas, Jakarta Utara pada Sabtu, 24 Maret 2018. (Beritasatu Photo/Carlos Roy Fajarta Barus)

Jakarta - Para tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara menggelar doa lintas agama untuk mempersolid landasan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, Sabtu (24/3) malam.

Bertempat di lapangan parkir Gereja Katolik Santo Lukas, turut hadir kaum ulama dari pondok pesantren Uniq Tombo Ati, umat Hindu, Buddha, serta Kristen Protestan serta menggandeng unsur kepolisian serta TNI sebagai penjaga kamtibmas di tengah masyarakat.

Paulus Bambang Hartono salah satu panitia acara menyebutkan doa lintas agama merupakan kegiatan rutin yang dilakukan di wilayah Sunter Agung untuk memperkuat persatuan antarumat beragama serta menjalin tali silaturahmi.

"Kegiatan ini paginya kita awali dengan khitanan massal dengan menghadirkan saudara-saudara kita dari berbagai daerah dan semua pihak di kelurahan mulai dari LMK, Karang Taruna ikut terlibat mensukseskan acara itu," ujar Paulus.

Pengasuh Pondok Pesantren Uniq Tombo Ati, KH M Abdul Ghufron menyebutkan masyarakat diminta tidak mudah diprovokasi dengan berita-berita di media sosial yang seringkali merupakan kabar bohong (hoax) ditujukan untuk memecah belah bangsa.

"Kokohkan fondasi hidup berbangsa serta pererat tali persaudaraan antarumat beragama sesuai dengan falsafah kebangsaan namun tetap menjaga nilai-nilai religius yang benar dan menghormati nilai-nilai toleransi," kata Abdul.

Sementara itu, Romo Yakub Janami menyebutkan persatuan Indonesia jauh lebih penting daripada kepentingan sesaat untuk mengejar ambisi politik kekuasaan dan jabatan di tengah tahun politik sekarang ini. Untuk itu, masyarakat harus cerdas mencerna berbagai isu yang digulirkan demi mencapai kepentingan tertentu. 



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon