PLTP Karaha Unit 1 Terangi 33.000 Rumah di Tasikmalaya

Senin, 30 April 2018 | 18:28 WIB
RP
JS
Penulis: Rangga Prakoso | Editor: JAS
Pekerja Pertamina Geothermal Energy melakukan kegiatan uji produksi sumur KRH-4/1 yang merupakan salah satu sumur pengembangan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Karaha Unit 1 berpakasitas 1x30 MW di PLTP Karaha Bodas, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Jabar, Sabtu (19/4)
Pekerja Pertamina Geothermal Energy melakukan kegiatan uji produksi sumur KRH-4/1 yang merupakan salah satu sumur pengembangan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Karaha Unit 1 berpakasitas 1x30 MW di PLTP Karaha Bodas, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Jabar, Sabtu (19/4) (Majalah Investor/Uthan A Rachim)

Tasikmalaya – Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Karaha Unit I milik PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) dengan kapasitas 30 megawatt (MW) telah beroperasi secara komersial mulai 6 April 2018.

Pelaksana tugas Direktur Utama PGE Ali Mundakir mengatakan PLTP Karaha merupakan bagian dari program 35.000 MW yang dicanangkan pemerintah. Pembangkit ini akan meningkatkan keandalan sistem transmisi Jawa-Bali dengan tambahan suplai listrik sebesar 227 gigawatt hour (GWh) per tahun.

"Produksi listrik PLTP Karaha Unit I ini akan menerangi 33.000 rumah di Tasikmalaya dan sekitarnya," kata Ali di Tasikmalaya, Senin (30/4).

Ali menuturkan total investasi PLTP Karaha Unit I mendekati US$200 juta, meliputi pemboran, pemipaan, pembangunan pembangkit listrik dan jalur transmisi hingga tercapainya tanggal operasi komersial. Selama masa proyek pembangunan PLTP ini, PGE melakukan pengeboran sebanyak 10 sumur, termasuk sumur injeksi dan sumur monitor.

Dalam pembangunannya, lanjut Ali, PLTP Karaha Unit I merupakan proyek terlengkap. PGE mengerjakan sendiri mulai dari sub-surface, eksplorasi, pemipaan, pembangkit listrik hingga tower transmisi listrik sepanjang 25 kilometer (KM). Dengan beroperasinya PLTP Karaha milik PGE tersebut maka total kapasitas terpasang PGE adalah 617 MW, terdiri dari Kamojang, Jawa Barat 235 MW, Lahendong, Sulawesi Utara 120 MW; Ulubelu, Lampung 220 MW; Sibayak, Sumatera Utara 12 MW; dan Karaha, Jawa Barat 30 MW.

Dikatakannya pembangunan proyek PLTP Karaha ini juga memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat di sekitar proyek yang direalisasikan dalam program Community Development. Pada tahun 2017 PGE Area Karaha, telah merealisasikan biaya Community Development sebesar Rp 830 juta untuk kegiatan pendidikan, sosial, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat.

Sebagai wujud pemberdayaan ekonomi masyarakat, saat ini PGE tengah mengembangkan kemandirian petani kopi lokal mulai dari pemberian bibit kopi berkualitas, pelatihan, hingga benchmark usaha kopi lainnya yang sudah lebih dahulu berhasil mengembangkan bisnis tersebut.

Selain berkontribusi dalam pengembangan masyarakat, PLTP Karaha juga berkontribusi besar pada Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui penyetoran Bonus Produksi secara langsung ke Kas Umum Daerah. Dalam pengembangannya, PLTP Karaha juga memanfaatkan energi bersih dan ramah lingkungan. Pemanfaatannya akan menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 202.000 ton CO2/tahun.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon