Peretas Akun Facebook Selena Dihukum Satu Tahun
Senin, 21 Mei 2012 | 13:24 WIB
Akui kesalahan dan menyesal.
Seorang peretas asal Inggris diketahui menyusup ke halaman Facebook Selena Gomez, kekasih Justin Bieber dan mengancam akan mempublikasikan email pribadi mereka.
Peretas tersebut bernama Gareth Crosskey. Ia juga memposting kata-kata tidak sopan kepada Justin, 'Justin Bieber sucks' di halaman Facebook Selena.
Tentu aja hal tersebut mengundang caci maki dari penggemar Justin di halaman Facebook Selena yang tidak mengetahui apa yang sebenarnya telah terjadi.
Crosskey kemudian terlacak pihak FBI dan unit e-crime dalam sebuah penyelidikan yang memakan biaya 50 ribu poundsterling.
Tersangka mengaku ingin menunjukkan kepada petinggi Facebook, jika sangat mudah untuk meretas akun Facebook seseorang, setelah dirinya juga mengalami hal yang sama.
Crosskey yang sehari-harinya bekerja di sebuah restoran cepat saji tersebut mengumumkan dirinya sebagai ayah tiri dari Selena, Brian Teefey. Kemudian dengan mudah ia mereset paswordnya.
Ia juga merasa memiliki akses setidaknya ke empat account email pribadi dan telah menyalin pesan yang dikirim antara Gomez dan Bieber. Ia mengumumkan hal tersebut melalui Youtube dengan nama Brian Teefey dan berniat menjual informasi tersebut kepada media.
Selain Gomez, Crosskey jug mengklaim memiliki account email pribadi Demi Lavato.
Crosskey yang berasal dari Lancing, West Sussex telah diadili di pengadilan Southwark Crown London dengan tuduhan melanggar ITE dan dipidana selama satu tahun.
Selena Gomez diketahui memiliki enam juta teman dalam situs jejaring sosial Facebook.
Dalam sidang pengadilan, Crosskey akui kesalahannya dan menyesal telah melakukan hal tersebut,
Meski dijatuhi hukuman, hakim John Price memuji kepintaran Crosskey. "Anda sebenarnya orang cerdas bisa masuk ke akun pribadi seseorang dengan mudah," ujarnya.
Seorang peretas asal Inggris diketahui menyusup ke halaman Facebook Selena Gomez, kekasih Justin Bieber dan mengancam akan mempublikasikan email pribadi mereka.
Peretas tersebut bernama Gareth Crosskey. Ia juga memposting kata-kata tidak sopan kepada Justin, 'Justin Bieber sucks' di halaman Facebook Selena.
Tentu aja hal tersebut mengundang caci maki dari penggemar Justin di halaman Facebook Selena yang tidak mengetahui apa yang sebenarnya telah terjadi.
Crosskey kemudian terlacak pihak FBI dan unit e-crime dalam sebuah penyelidikan yang memakan biaya 50 ribu poundsterling.
Tersangka mengaku ingin menunjukkan kepada petinggi Facebook, jika sangat mudah untuk meretas akun Facebook seseorang, setelah dirinya juga mengalami hal yang sama.
Crosskey yang sehari-harinya bekerja di sebuah restoran cepat saji tersebut mengumumkan dirinya sebagai ayah tiri dari Selena, Brian Teefey. Kemudian dengan mudah ia mereset paswordnya.
Ia juga merasa memiliki akses setidaknya ke empat account email pribadi dan telah menyalin pesan yang dikirim antara Gomez dan Bieber. Ia mengumumkan hal tersebut melalui Youtube dengan nama Brian Teefey dan berniat menjual informasi tersebut kepada media.
Selain Gomez, Crosskey jug mengklaim memiliki account email pribadi Demi Lavato.
Crosskey yang berasal dari Lancing, West Sussex telah diadili di pengadilan Southwark Crown London dengan tuduhan melanggar ITE dan dipidana selama satu tahun.
Selena Gomez diketahui memiliki enam juta teman dalam situs jejaring sosial Facebook.
Dalam sidang pengadilan, Crosskey akui kesalahannya dan menyesal telah melakukan hal tersebut,
Meski dijatuhi hukuman, hakim John Price memuji kepintaran Crosskey. "Anda sebenarnya orang cerdas bisa masuk ke akun pribadi seseorang dengan mudah," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
3 Prajurit Gugur, TNI AD Berduka!
HUKUM & HANKAM
Liburan Sambil Belajar Sains Lewat Museum Iptek TMII
BERITA VIDEO
Perbaiki Tanggul Irigasi Makam, Warga Palopo Temukan Granat Nanas
SULAWESI SELATAN
ARTIKEL TERPOPULER
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
TNI Menunggu Hasil Investigasi Terkait Gugurnya 3 Prajurit di Lebanon




