Pemkab Tabanan Gelar Ulun Danu Beratan Art Festival

Jumat, 22 Juni 2018 | 12:30 WIB
BW
BW
Penulis: Bernadus Wijayaka | Editor: BW
Bupati Tabanan Bali, Ni Putu Eka Wiryastuti (tengah) didampingi Manajer Operasional DTW Ulun Danu Beratan, I Wayan Mustika (Kiri) saat melakukan peninjauan lokasi terselengaranya Ulun Danu Beratan Art Festival IV, Kamis (21/06) di Pura Ulun Danu Beratan.
Bupati Tabanan Bali, Ni Putu Eka Wiryastuti (tengah) didampingi Manajer Operasional DTW Ulun Danu Beratan, I Wayan Mustika (Kiri) saat melakukan peninjauan lokasi terselengaranya Ulun Danu Beratan Art Festival IV, Kamis (21/06) di Pura Ulun Danu Beratan. (istimewa)

Tabanan- Untuk meningkatkan kunjungan wisatawan serta melestarikan seni dan budaya, Pemerintah Kabupaten Tabanan yang bekerja sama dengan Daya Tarik Wisata (DTW) Ulun Danu Beratan menggelar Ulun Danu Beratan Art Festival IV 2018, pada 13 Juni hingga 1 Juli 2018 mendatang.

Puncak festival digelar selama tiga hari, yaitu 24 hingga 26 Juni yang akan dihadiri langsung oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti mengungkapkan, festival tahun ini mengambil tema Danu Kertih yang artinya menyatukan beragam adat budaya Nusantara dengan mengoptimalkan potensi seni dan budaya yang diharapkan mampu untuk mendogkrak sektor pariwisata.

"Untuk mendongkrak pariwisata, memang harus perlu banyak inovasi, salah satunya dengan adanya event seperti ini. Selain untuk melestarikan seni dan budaya lokal, hal ini juga bisa mengundang banyak wisatawan, terbukti sejak dimulainya acara yang biasa per hari 2.000 pengunjung, bisa naik mencapai 5000 pengunjung," ujar Eka di DTW Ulun Danu Beratan, Desa Candi Kuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Kamis (21/6).

Bupati Eka memang tidak pernah kehabisan akal dalam hal mengembangkan sektor pariwisata, terbukti hingga saat ini Tabanan sudah memiliki 25 daya tarik wisata. Saat ini, yang terus dikembangkan adalah desa wisata. Dari total 41 desa yang berpotensi, ada 16 desa wisata yang telah ditetapkan sebagai desa wisata.

"Selama ini saya selalu menerapkan konsep kebersamaan dalam membangun, baik itu dari masyarakat, pihak pengelola pemda maupun dari pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pariwisata yang selama ini terus memberikan dukungan kepada kita," ungkap Eka, dalam rilis yang diterima redaksi.

Manajer operasional DTW Tanah Lot I, Wayan Mustika mengungkapkan, event tersebut terbagi menjadi tiga kegiatan, yakni pre-event, puncak festival, dan post-event dengan melibatkan sebanyak 2.500 seniman.

"Untuk pre-event, pelaksanaannya dari 13 Juni sampai 22 Juni dengan target pengunjung sebanyak 1,5 juta wisatawan. Event ini diisi dengan atraksi seni dan berbagai macam lomba seperti mewarnai, rias sampan dayung, membuat patung dari sayuran, videografi, fotografi, membuat penjor, dan merangkai bunga. Untuk puncak festival akan ada atraksi seni dan budaya, parade gebogan, dan penebaran benih ikan. Terakhir untuk post event-nya akan ditutup dengan atraksi seni dan budaya yang melibatkan berbagai elemen masyarakat," ujar Wayan Mustika.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon