Mahasiswa Indonesia dan Korea Atasi Permasalahan Turisme di Batam

Rabu, 25 Juli 2018 | 08:31 WIB
FH
FH
Penulis: Feriawan Hidayat | Editor: FER
Sebanyak 30 Mahasiswa dari Indonesia dan Korea Selatan mengikuti kegiatan UIB International Start Up Camp, yang bertujuan melahirkan ide-ide yang dapat diaplikasikan dalam menyelesaikan permasalahan turisme di Kota Batam.
Sebanyak 30 Mahasiswa dari Indonesia dan Korea Selatan mengikuti kegiatan UIB International Start Up Camp, yang bertujuan melahirkan ide-ide yang dapat diaplikasikan dalam menyelesaikan permasalahan turisme di Kota Batam. (Istimewa)

Batam - Program studi Technopreneurship Surya University berkolaborasi dengan Catholic University of Daegu (DCU) Korea Selatan (Korsel), Universitas Internasional Batam (UIB), SociopreneurID, dan Ruang Kreasi Batam, mengadakan rangkaian acara pembekalan untuk mendorong lahirnya inovasi yang mampu memecahkan persoalan real di lapangan yang diberi nama UIB International Start Up Camp.

Baca Juga: Menpar Optimistis Hot Deals Kepri 2018 Dongkrak Kunjungan Wisman

Founder SociopreneurID, Dessy Aliandrina mengatakan, acara ini diikuti oleh 30 peserta, yang terdiri dari 10 orang mahasiswa Indonesia dan 20 orang mahasiswa Korsel. Kegiatan ini, memiliki tujuan untuk melahirkan ide-ide yang dapat diaplikasikan dalam menyelesaikan permasalahan turisme di Kota Batam.

"Untuk itu, acara ini dibuat seperti sebuah camp dengan model experiential learning yang mengasyikkan dan kreatif. Rangkaian acara terdiri dari Empathy Week yaitu peserta diajak untuk melakukan observasi ke tempat-tempat wisata yang ada di Batam seperti mal, tourist spot, dan rumah ibadah," kata Dessy dalam siaran pers yang diterima Beritasatu.com, Rabu (25/7).

Jembatan Barelang

Sebelumnya, kata Dessy, peserta juga diajak untuk mengikuti industrial visit di Malaysia dan Singapura untuk mengunjungi beberapa perusahaan dan destinasi wisata yang ada di kedua negara tersebut."Setelah melakukan observasi, peserta melakukan tahapan ideasi untuk menemukan solusi dari permasalahan yang mereka temukan di lapangan," tambahnya.

Baca Juga: Batam Art Fiesta 2018 Sasar Wisman Singapura dan Malaysia

Perwakilan dari Technopreneurship Surya University, Heru Wijayanto menambahkan, selama berlangsungnya camp, peserta juga mengikuti English Class yang mengajarkan mereka tentang cara melakukan presentasi yang baik dan benar dalam Bahasa Inggris.

"Selain itu, peserta juga mengikuti Cultural Week yang memperkenalkan budaya Indonesia seperti tarian daerah, membatik, dan Bahasa Indonesia," tambahnya.

Pada akhir acara, kata Heru, peserta mempresentasikan ide inovasinya dihadapan lima orang juri secara berkelompok. Adapun kelima juri tersebut yaitu, founder SociopreneurID Dessy Aliandrina, perwakilan dari Technopreneurship Surya University Heru Wijayanto, co-founder Ruang Kreasi Arseto Pinontoan, Kepala Entrepreneur Center UIB Rizqi Anantia, dan Head of International Relation Office UIB Tony Wibowo.

"Seluruh ide yang dihasilkan, diharapkan dapat membantu meningkatkan pengembangan industri kreatif, terutama sektor pariwisata yang ada di kota Batam," pungkasnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon