Puluhan Kapal Nelayan di Kaur Rusak Diterjang Gelombang Besar

Jumat, 27 Juli 2018 | 09:02 WIB
U
JS
Penulis: Usmin | Editor: JAS
Ilustrasi kapal nelayan bersandar di dermaga
Ilustrasi kapal nelayan bersandar di dermaga (Antara/Pradita Utama)

Bengkulu - Puluhan unit kapal motor milik nelayan tradisional di Kabupaten Kaur, Bengkulu, rusak akibat diterjang gelombang besar dan badai yang melanda daerah itu.

Bupati Kaur, Gusril Pausi di Bengkulu, Jumat (27/7) mengatakan, kapal nelayan yang rusak diterjang gelombang tinggi dan badai pada Rabu (25/7), adalah milik nelayan Maje, Kecamatan Nasal, Kecamatan Kaur Selatan dan beberapa kecamatan lainnya.

Namun, dalam kejadian tersebut, tidak ada korban jiwa karena kapal yang rusak diterjang gelombang dan badai itu, sedang sandar alias tambat.

"Meski ada puluhan kapal nelayan rusak berat diterjang gelombang dan badai, tetapi tidak menimbulkan korban di masyarakat, karena nelayan sedang tidak melaut," ujarnya.

Gusril mengatakan, begitu mendapat laporan banyak kapal nelayan rusak diterjang gelombang besar dan badai dirinya langsung sidak ke lapangan untuk memastikan kondisi nelayan setempat.

"Kami bersyukur tidak ada korban di masyarakat kecuali kapal nelayan banyak rusak. Kami minta nelayan Kaur tidak melaut selama gelombang tinggi dan badai guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi," ujarnya.

Bupati Kaur juga mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah pesisir untuk mengantisipasi ancaman gelombang tinggi sehingga akan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

Sebab, cuaca ekstrem melanda wilayah Bengkulu, akan berlangsung beberapa hari ke depan. "Saya minta warga Kaur yang tinggal di pesisir untuk mewaspadai gelombang yang dapat merendam permukiman masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Kasi Data dan Informasi, BMKG Bengkulu, Sudiyanto mengatakan, puncak gelombang tinggi di perairan daerah ini akan berakhir pada Jumat (27/7). Saat ini, ketinggian gelombang diperairan Bengkulu antara empat-lima meter.

Ketinggian gelombang ini masih mengancam keselamatan pelayaran di wilayah Bengkulu dan sekitarnya. Karena itu, sebaiknya nelayan untuk tidak berangkat ke laut mencari ikan.

Imbauan ini disampaikan karena gelombang di laut Bengkulu, masih di atas empat meter, sehingga jika nelayan tetap nekat melaut dikhawatirkan akan hilang disapu gelombang besar tersebut.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon