PDIP Puji Gagasan Muhammadiyah untuk Nawacita II

Senin, 6 Agustus 2018 | 22:16 WIB
AP
AO
Penulis: Asni Ovier Dengen Paluin | Editor: AO
Hasto Kristiyanto.
Hasto Kristiyanto. (Antara)

Jakarta – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memuji gagasan dan masukan yang disampaikan PP Muhammadiyah untuk program Nawacita II Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tidak hanya visioner dann berkemajuan, enam poin gagasan Muhammadiyah itu juga dinilai membumi serta inspiratif.

"PDIP menanggapi positif usulan enam poin Nawacita II dari Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. Setiap kali bertemu dengan Pak Haedar Nashir, Ibu Megawati Soekarnoputri sangat terkesan, karena alam pikir beliau yang penuh dengan kebijaksanaan, inspiratif, dan berkemajuan," ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP Hasto Kristiyanto di Jakarta, Senin (6/8).

Seperti diketahui, dalam pertemuan dengan Jokowi di Istana Negara, hari ini, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan enam poin gagasan untuk Nawacita II. Pertama, menjadikan nilai agama sebagai nilai luhur dalam berbangsa dan bernegara, sebagai wujud sila pertama, Ketuhanan yang Maha Esa. Dirinya yakin, dengan nilai agama yang hidup, Indonesia sebagai bangsa akan semakin kokoh.

Kedua, menjadikan Pancasila sebagai landasan filosofi serta alam pikir seluruh bangsa dan negara. Ketiga, menyusun dan melaksanakan kebijakan ekonomi berkeadilan sosial sebagai usaha untuk mengatasi kesenjangan sosial.

Keempat, mewujudkan kedaulatan bangsa dan negara, sehingga Indonesia bisa menjadi bangsa yang kokoh dan berkemajuan. Kelima, penguatan daya saing sumber daya manusia (SDM) untuk berkompetisi di ranah global. Terakhir, sikap proaktif untuk dunia Islam agar menjadi kekuatan Indonesia selain politik bebas aktif dan melahirkan kekuatan baru sebagai bangsa Muslim terbesar di dunia.

"Kami menyambut baik dan berterima kasih atas masukan beliau. Itu sangat positif untuk menjadikan Nawacita II sebagai agenda prioritas yang menjawab berbagai persoalan bangsa dan sekaligus memberikan arah pembangunan bangsa lima tahun ke depan," ujar Hasto.

Dikatakan, ketika program Nawacita I disusun, saat itu persoalan bangsa dikategorikan menjadi empat persoalan pokok, yakni merosotnya kewibawaan negara, melemahnya sendi perekonomian nasional, intoleransi, dan krisis kepribadian bangsa. "Masalah-masalah pokok itu yang menjadi landasan penyusunan visi dan misi Jokowi-JK saat itu," ujarnya.

Menurut Hasto, melalui konsolidasi politik yang tidak mudah dan berbagai persoalan fiskal serta situasi perekonomian dunia yang belum begitu membaik, Pemerintahan Presdien Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla berhasil meletakkan fondasi bagi kemajuan Indonesia Raya, seperti fondasi bangunan bangsa Indonesia yang lebih produktif, peningkatan kualitas SDM, peningkatan karakter bangsa, penguatan posisi Indonesia sebagai bangsa maritim, sistem infrastruktur sebagai leverage pertumbuhan ekonomi ke depan, dan aspek keadilan melalui pembangunan dari pinggiran.

"Prestasi lainnya di bidang pengentasan kemiskinan dan keadilan melalui kartu keluarga harapan, Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat, dan program-program lain. PDIP akan memasukkan usulan Pak Haedar yang sangat konstruktif tersebut ke dalam Nawacita II," ujarnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon