Sidang Tahunan Hanya Dihadiri 65 Persen Anggota MPR

Kamis, 16 Agustus 2018 | 10:09 WIB
HS
JS
Penulis: Hotman Siregar | Editor: JAS
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan), Ketua MPR Zulkifli Hasan (kedua kiri) dan Ketua DPR Bambang Soesatyo (kiri) bergegas untuk menghadiri Sidang Tahunan MPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 16 Agustus 2018.
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan), Ketua MPR Zulkifli Hasan (kedua kiri) dan Ketua DPR Bambang Soesatyo (kiri) bergegas untuk menghadiri Sidang Tahunan MPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 16 Agustus 2018. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Jakarta - Sidang Tahunan Majelis Permusyarakayatan Rakyat (MPR) hanya dihadiri 65 persen anggota yang berasal dari DPR dan DPD. Sidang tahunan berlangsung di gedung paripurna MPR Senayan Jakarta, Kamis (16/8).

Hadir dalam sidang tahunan MPR itu di antaranya, Presiden Joko Widodo, Wapres Jusuf Kalla, delapan pimpinan MPR, ketua, wakil ketua, dan para anggota lembaga-lembaga negara, menteri Kabinet Kerja dan pimpinan lembaga pemerintah non-kementerian. Juga hadir sejumlah mantan presiden dan wakil presiden dan juga duta besar negara-negara sahabat.

Ketua MPR Zulkifli Hasan yang memimpin sidang tahunan mengatakan, sesuai aturan sidang tahunan dapat dilanjutkan setelah anggota yang hadir lebih dari 50 persen.

"Sesuai daftar, telah hadir 453 orang dari total anggota MPR 692. Dengan begitu sidang tahunan dapat dilanjutkan," ujar Zulkifli Hasan.

Dari jumlah anggota MPR yang hadir tersebut, artinya sebanyak 35 persen atau sekitar 239 orang yang tak hadir. Padahal, sidang tahunan ini merupakan agenda kenegaraan yang dilakukan hanya setiap tahun menjelang perayaan Kemerdekaan ke-73 RI.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon