Badan Turis Sarawak Gelar Festival Internasional
Selasa, 29 Mei 2012 | 00:53 WIB
Ribuan pecinta musik dari berbagai belahan dunia rutin ke Rainforest World Music Festival setiap tahun.
Sarawak Tourism Board akan menggelar "Rainforest World Music Festival" ke-15 pada 13-15 Juli 2012 dengan menghadirkan berbagai musisi dari berbagai belahan dunia.
Gustino Basuan, Manajer Hubungan Media dari Sarawak Tourism Board, saat dihubungi dari Pontianak, Senin, mengatakan gelaran tersebut merupakan kegiatan rutin yang berlangsung pada pertengahan Juli.
"Ada ribuan pecinta musik dari berbagai belahan dunia rutin berkunjung ke festival tersebut setiap tahun," kata Gustino.
Festival itu dipusatkan di Santubong, sekitar 45 menit berkendara dari Kuching, Ibu Kota Sarawak, Malaysia Timur.
Ia melanjutkan, keunikan dari festival itu yakni menggabungkan musisi dunia dari berbagai belahan dunia dengan musisi tradisional dari bumi Borneo yang masih penuh misteri.
Gustino menambahkan, semangat kebersamaan antara pecinta dan pencipta musik satu sama lain dibuai di tengah nuansa pohon berusia ratusan tahun.
Festival dimulai setiap pukul 14.00 WIB dimulai dengan workshop antara musisi dan pakar musik serta tarian dari berbagai kultur yang berbeda.
Malamnya, kata Gustino, berupa konser selama lima jam dengan bertempat di panggung utama maupun panggung-panggung kecil yang akan membawa pengunjung hingga tengah malam.
Ia menegaskan, musisi yang akan tampil tahun ini telah dikonfirmasi. Mereka yang tampil dari Burkina Faso; Mamadou Diabate, Le Trio Joubran dari Palestina, Khusugtun dari Mongolia.
Kemudian, ada pula Raiz De Cafezal, sebuah grup musik dari kaum Indian Amazon di Brazil, Oreka TX dari Spanyol, La Zikabilo dari Perancis, String Sisters mencakup pemain biola dari negara-negara Skandinavia seperti Skotlandia, Irlandia serta Amerika Serikat, Kanda Bongo dari Kongo, Cankisou dari Republik Czech, Daniel Waro dari Kepulauan Reunion. Hata, musisi dari Malaysia, Korea, Turki dan Taiwan.
Mereka akan bergabung dengan musisi Malaysia seperti Samuel Dass dan Prakash, Diplomats of Drum yang dikenal sebagai musisi Sarawak dengan irama dari Borneo, serta The Music of Sarawak yang menampilkan sesuatu yang berbeda.
Sarawak Tourism Board akan menggelar "Rainforest World Music Festival" ke-15 pada 13-15 Juli 2012 dengan menghadirkan berbagai musisi dari berbagai belahan dunia.
Gustino Basuan, Manajer Hubungan Media dari Sarawak Tourism Board, saat dihubungi dari Pontianak, Senin, mengatakan gelaran tersebut merupakan kegiatan rutin yang berlangsung pada pertengahan Juli.
"Ada ribuan pecinta musik dari berbagai belahan dunia rutin berkunjung ke festival tersebut setiap tahun," kata Gustino.
Festival itu dipusatkan di Santubong, sekitar 45 menit berkendara dari Kuching, Ibu Kota Sarawak, Malaysia Timur.
Ia melanjutkan, keunikan dari festival itu yakni menggabungkan musisi dunia dari berbagai belahan dunia dengan musisi tradisional dari bumi Borneo yang masih penuh misteri.
Gustino menambahkan, semangat kebersamaan antara pecinta dan pencipta musik satu sama lain dibuai di tengah nuansa pohon berusia ratusan tahun.
Festival dimulai setiap pukul 14.00 WIB dimulai dengan workshop antara musisi dan pakar musik serta tarian dari berbagai kultur yang berbeda.
Malamnya, kata Gustino, berupa konser selama lima jam dengan bertempat di panggung utama maupun panggung-panggung kecil yang akan membawa pengunjung hingga tengah malam.
Ia menegaskan, musisi yang akan tampil tahun ini telah dikonfirmasi. Mereka yang tampil dari Burkina Faso; Mamadou Diabate, Le Trio Joubran dari Palestina, Khusugtun dari Mongolia.
Kemudian, ada pula Raiz De Cafezal, sebuah grup musik dari kaum Indian Amazon di Brazil, Oreka TX dari Spanyol, La Zikabilo dari Perancis, String Sisters mencakup pemain biola dari negara-negara Skandinavia seperti Skotlandia, Irlandia serta Amerika Serikat, Kanda Bongo dari Kongo, Cankisou dari Republik Czech, Daniel Waro dari Kepulauan Reunion. Hata, musisi dari Malaysia, Korea, Turki dan Taiwan.
Mereka akan bergabung dengan musisi Malaysia seperti Samuel Dass dan Prakash, Diplomats of Drum yang dikenal sebagai musisi Sarawak dengan irama dari Borneo, serta The Music of Sarawak yang menampilkan sesuatu yang berbeda.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
HUKUM & HANKAM
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Skuad Timnas AS pada Piala Dunia 2026 Akan Diumumkan 26 Mei




