Virus Rubella Renggut Nyawa Seorang Balita di Batanghari

Rabu, 5 September 2018 | 11:24 WIB
RS
JM
Penulis: Radesman Saragih | Editor: JEM
Sosialisasi dan imunisasi Measles Rubela di salah satu pesantren di Jawa Timur.
Sosialisasi dan imunisasi Measles Rubela di salah satu pesantren di Jawa Timur. (istimewa)

Jambi - Jumlah anak berusia di bawah usia lima tahun (balita) yang diduga terserang virus rubella di Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi cukup banyak. Berdasarkan hasil pendataan Dinas Kesehatan Kabupaten Batanghari, balita yang diduga terserang virus rubella di daerah itu mencapai 57 orang. Seorang balita yang positif terserang virus rubella di daerah tersebut meninggal dunia.

"Banyaknya anak usia balita di Batanghari yang terindikasi terserang virus rubella akibat tidak mendapat vaksinasi. Orangtua para balita tersebut juga jarang memeriksakan kondisi anak mereka ke rumah sakit. Seorang balita yang meninggal akibat rubella di Batanghari kondisinya penyakitnya sudah parah baru dibawa berobat," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batanghari, Elfie Yennie di Batanghari, Selasa (4/9).

Menurut Elfie Yeniie, penularan virus rubella kepada anak-anak balita di Batanghari sebagian besar berasal dari ibu mereka. Ibu balita yang meninggal akibat virus rubella di daerah itu juga positif mengidap virus ruella.

"Untuk mencegah bertambahnya korban jiwa akibat virus rubella, kami berupaya meningkatkan vaksinasi vaksin campak atau measles dan rubella ((MR). Pihak orangtua dan sekolah diharapkan tidak ada yang menolak vaksinasi MR ini," katanya.

Sementara itu Wali Kota Jambi, Syarif Fasha menijau langsung vaksinasi atau imunisasi MR di beberapa sekolah di Kota Jambi, Selasa (4/9). Peninjauan vaksinasi MR itu dilakukan untuk memberi dukungan dan kepercayaan kepada orang tua mengenai pentingnya vaksinasi MR.

Syarif Fasha juga berharap tidak ada penolakan vaksinasi MR di Kota Jambi. Serangan virus rubella sangat berbahaya terhadap keselamatan jiwa anak-anak. Karena itu semua anak di Kota Jambi perlu vaksinasi MR mencegah penularan rubella. Sosialisasi mengenai pentingnya vaksinasi MR di kota itu juga terus dilakukan.

"Kalangan orangtua dan guru jangan ada yang menganggap vaksinasi rubella haram dan dosa. Jika vaksinasi rubella berdosa, saya yang menanggung dosanya. Bagi saya lebih penting kesehatan anak-anak. Jangan ada anak yang sakit dan bahkan meninggal akibat virus rubella hanya gara-gara orangtua menolak vaksinasi MR untuk anaknya," tegasnya. 



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon