TNI Minta Rp 1,5 Triliun untuk Pasukan Elite Antiteror
Kamis, 6 September 2018 | 16:06 WIB
Jakarta – Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengajukan dana Rp 1,5 triliun untuk pembentukan Komando Operasi Khusus (Koopsus). Dana tersebut untuk pembangunan sarana dan prasarana Koopsus.
"Itu Rp 1,5 triliun. Sudah masuk dalam pagu anggaran kita," kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Jakarta, Kamis (6/9).
Ia menjelaskan dana tersebut juga digunakan untuk pembelian material khusus, senjata dan perlengkapan lainnya. Hal itu untuk mendukung tugas Koopsus memberantas terorisme.
Koopsus dibentuk untuk penanganan terorisme. Pembentukan lembaga itu sebagai tindak lanjut dari hasil revisi Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Koopsus merupakan gabungan pasukan elite yang ada di TNI. Ada Kopasus dari TNI AD, Kopaskhas dari TNI AU dan Marinir dari TNI AL.
Pada operasi pemberantasan teroris di Poso, pasukan ini diberi nama Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopsusgab). Setelah operasi di Poso berhasil, pasukan itu dibubarkan. Kini dihidupkan lagi dengan nama baru Koopsus.
Hadi menjelaskan permintaan dana Rp 1,5 triliun itu dimasukkan dalam usulan anggaran dari TNI kepada DPR. Pada Rapat kerja dengan Komisi I DPR, Rabu (5/9), TNI telah mengajukan usulan anggaran sebesar Rp 107,16 triliun. Angka itu meningkat Rp 1,10 triliun bila dibandingkan tahun 2018.
"Tambahan untuk pembangunan pangkalan militer satuan baru," tutu Hadi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




