Kisruh Skandal 1MDB

Anwar Ibrahim: Skandal 1MDB Kasus Korupsi Terburuk Dunia

Sabtu, 22 September 2018 | 14:31 WIB
NW
B
Penulis: Natasia Christy Wahyuni | Editor: B1
Politikus Malaysia Anwar Ibrahim (kanan) bersama Tanri Abeng dalam seminar Executive Center for Global Learning (ECGL), di Jakarta, 4 Juli 2018.
Politikus Malaysia Anwar Ibrahim (kanan) bersama Tanri Abeng dalam seminar Executive Center for Global Learning (ECGL), di Jakarta, 4 Juli 2018. (Beritasatu Photo/M Defrizal)

Malaysia - Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) Malaysia, Anwar Ibrahim, menhyebut skandal korupsi perusahaan investasi 1Malaysia Development Berhad (1MDB) sebagai salah satu kasus korupsi terburuk di dunia.

"Ini mengerikan. Ini adalah salah satu skandal finansial terburuk yang melibatkan pemerintah mana pun," kata Anwar saat diwawancarai stasiun televisi yang berbasis di Doha, Qatar, Al Jazeera, Jumat (21/9).

Tuduhan atas penyalahgunaan keuangan negara di perusahaan 1MDB mencuat tahun 2015. Sekitar US$ 4 miliar (Rp 14,3 triliun) telah hilang dan hampir US$ 700 juta (Rp 2,5 triliun) dikirim ke rekening pribadi Najib.

"Oleh karena itu, penting sekali tindakan keras diambil, tapi pemerintahan baru ini telah menyatakan dan memastikan bahwa penyelidikan akan profesional. Penuntutan tidak boleh karena kebencian dan pengadilan harus independen," ujar Anwar.

Anwar membenarkan bahwa Najib benar-benar bertanggung jawab atas skandal 1MDB. "Ya. Saya mengangkat isu ini di parlemen tahun 2011 dan saya bertahan dengan itu bertahun-tahun sampai saya ditangkap dan dipenjara pada 2015," kata mantan wakil PM bersama Mahathir Mohamad itu.

Pada Kamis (20/9), Najib dibebaskan dari penjara setelah hakim menetapkan pembayaran jaminan sebesar 3,5 juta Ringgit Malaysia (RM) atau sekitar Rp 12,5 miliar yang dibayarkan secara bertahap sampai tanggal 28 September 2018.

Pembayaran jaminan ini bukan pertama kalinya karena sebelumnya Najib juga pernah membayar jaminan 1 juta RM saat didakwa pada Juli lalu.

Najib saat ini menghadapi 25 dakwaan terbaru dengan ancaman hukuman penjara 20 tahun. Dakwaan itu termasuk empat dakwaan penyalahgunaan kekuasaan dan 21 dakwaan pencucian uang ratusan juta dolar dari perusahaan 1MDB ke rekening pribadinya.

Polisi Malaysia juga menggeledah rumah Rahah Mohd Noah, yaitu ibu dari Najib, di Jalan Eaton, Kamis. Polisi tiba di sama sekitar pukul 14.00 saat pengacara Najib, Muhammad Shafee Abdullah sedang menghadiri sidang pembacaan dakwaan Najib.

"Polisi datang untuk memeriksa rumah ibu Najib. Setiap inci dari rumah itu diperiksa tapi saya dilaporkan bahwa polisi tidak mendapatkan apa pun dari sana," kata Shafee.

Shafee mempertanyakan hubungan antara Rahah dengan kasus Najib. "Jika mereka perlu menyelidiki premis mereka, harus ada alasan masuk akal," ujar Shafee.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon