Rusia : Sanksi AS ke Tiongkok Merusak Stabilitas Global
Sabtu, 22 September 2018 | 15:39 WIB
Moskwa - Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Rusia, Sergei Ryabkov, mengatakan sanksi terbaru yang dijatuhkan Amerika Serikat (AS) kepada Tiongkok berisiko merusak stabilitas global.
Menurutnya, AS sedang bermain api dengan menjatuhkan sanksi terhadap Tiongkok karena membeli pesawat tempur Sukhoi Su-35 dan sistem rudal permukaan ke udara S-400 dari Rusia.
Pasalnya, sanksi terhadap Tiongkok kemungkinan besar akan diberlakukan AS terhadap negara lain yang telah menjadi pembeli peralatan militer dari Rusia, terutama pesawat tempur Su-35 yang dilengkapi dengan sistem senjata dan keselamatan berteknologi canggih.
"Semua tidak akan jadi buruk jika mereka ingat tentang konsep stabilitas global yang mereka pikir dapat meruntuhkan ketegangan antara Rusia-AS. Bermain dengan api itu bodoh dan berbahaya," kaya Ryabkov, di Moskwa, Jumat (21/9).
Menurutnya, sanksi terbaru yang dijatuhkan AS kepada Tiongkok dan berimbas kepada Rusia, merupakan sanksi ke-60 yang dijatuhkan AS atas Rusia sejak 2014. Ia pun menganggap AS menjadikan sanksi atas Rusia sebagai "hobby".
"Mereka ingin menunjukkan posisi sebagai pemain yang kuat, tapi melakukan kecurangan. Ini tidak adil," kata Wamenlu Rusia itu.
Rusia dan AS menjadi produsen pesawat tempur yang bersaing di pasar global. Sejauh ini, pesawat tempur Su-35 yang diproduksi Rusia banyak diminati negara-negara dunia ketiga karena harganya yang terjangkau dan berteknologi canggih.
Selain Tiongkok, negara lain yang juga membeli pesawat tempur Su-35 dari Rusia adalah India, Malaysia, Aljazair, Brazil, dan juga Indonesia. Bahkan pada Agustus 2018, Indonesia baru saja membeli pesawat tempur Su-35 dari Rusia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




