Little Monsters: Keberagaman Menjadi Motivasi untuk Berkarya

Minggu, 3 Juni 2012 | 17:26 WIB
AD
B
Para penggemar Lady Gaga, Little Monster berkumpul untuk meminta hak kebebasan berekspresi
Para penggemar Lady Gaga, Little Monster berkumpul untuk meminta hak kebebasan berekspresi (Arientha Primanita/ BERITASATU.COM)

Puluhan Little Monsters – sebutan untuk penggemar penyanyi Lady Gaga- melakukan aksi damai dan pertunjukan di halaman Gelora Bung Karno sebagai bentuk dukungan terhadap sang idola. Hal ini sebagai wujud kebebasan berekspresi warga negara Indonesia.

Bertempat di Gelora Bung Karno (GBK) puluhan Little Monsters mengadakan acara untuk menghibur kekecewaan karena batal bertemu sang idola. Acara yang dimulai sejak pukul 09.00 hingga 11.00 WIB ini diisi dengan berbagai kegiatan.

Ada yang meletakkan karangan bunga, sebagai tanda batalnya konser Born This Way Ball, ada juga yang membawa poster yang mendukung penyanyi yang oleh penggemarnya disapa Mother Monster ini.

Lady Gaga semestinya menggelar konser akbar di Gelora Bung Karno malam ini di GBK. Konser ini merupakan rangkaian dari tur dunianya bertitel Born This Way Ball.

Sebulan sebelum rencana konser digelar, ada beberapa kelompok organisasi masyarakat yang menentang kehadiran penyanyi asal New York, Amerika Serikat ini. Karena tidak ada kesiapan dari pihak Kepolisian Republik Indonesia untuk memberikan jaminan keamanan kepada Lady Gag, kru dan juga penggemar, konser tersebut akhirnya dibatalkan.

Tria Meirina, perwakilan Little Monsters Indonesia mengatakan acara ini untuk menunjukkan dukungan terhadap nilai-nilai keberagaman, persamaan derajat, sosial dan kemanusiaan yang selama ini selalu digaungkan oleh Gaga. Acara ini juga dikoordinir melalui pesan-pesan di jejaring sosial seperti twitter yang diikuti oleh penggemar Lady Gaga.

Para Little Monsters yang datang juga menari dan menyanyikan lagu-lagu penyanyi bernama asli Stefani Joanne Angelina Germanotta ini. Mereka juga melakukan flash mob (tarian massal) secara spontan di halaman GBK.

Mereka menari selama sekitar tujuh menit dari kumpulan lagu-lagu Lady Gaga seperti Judas, Born This Way dan Sceisse.

”Ekspresi dari para simpatisan kami rekam dan kami unggah ke internet agar warga dunia dapat melihat bahwa tidak semua masyarakat Indonesia menyenangi kekerasan,” ujar Tris di GBK, hari ini.

Untuk Melupakan Kesedihan

Salah satu yang hadir dan ikut menari adalah Ravi Agustiana, 19 tahun, yang sengaja datang ke GBK khusus untuk melupakan kesedihannya tidak menonton Gaga bersama penggemar lainnya.

Ravi mengaku datang untuk bersama-sama Little Monsters lainnya saling menghibur dan sekaligus merayakan sosok idola yang telah memberinya inspirasi. Mahasiswa ini menggunakan uang tabungannya untuk membeli tiket termahal di konser Gaga yaitu untuk Golden Circle sebesar Rp. 2,250,000.

“Saya kecewa banget sekaligus sedih ketika mendengar konser Gaga batal. Sebelumnya kan perasaan kita sudah ditarik ulur, ada yang mengatakan konsernya jadi lalu batal. Jadi ketika benar-benar tidak jadi, rasanya nyesek,” ujar Ravi kepada Beritasatu.com.

Sementara itu Fia Rahmatia, 20, Little Monsters dari Bandung, Jawa Barat, yang merupakan administrator akun twitter @IndoProGaga melakukan orasi tentang keberagaman di Indonesia yang menurutnya tidak dianggap.

“Kita berharap keberagaman dapat diterima dengan baik. Karena keberagaman bisa menjadi suatu nilai motivasi bagi generasi muda untuk berkarya,” ujarnya.

Sebagai penggemar Gaga sejak awal kemunculannya, Fia juga merasa bahwa penyanyi yang sering tampil nyentrik tersebut banyak memberikan nilai positif lewat lagu-lagunya dan juga aksi sosialnya. Hal positif inilah yang ditangkap oleh para penggemarnya, sehingga dirinya merasa heran dengan tudingan beberapa kalangan yang menyebutkan Lady Gaga sebagai pemuja setan.

”Yang kita tangkap dari Gaga yaitu agar kita bisa bersikap lebih berani, menghargai diri sendiri, lebih menerima perbedaan dan juga Gaga mengajarkan kesetaraan,” kata Fia.

Mahasiswi ini pun mengutip kata-kata Gaga saat melangsungkan konser di Singapura tanggal 31 Mei lalu, I believe that every individual on the planet deserves the right to happiness, to feel valued by humanity and society.


Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon