Cita-Cita Generasi Emas 2045, Budiman Sudjatmiko Sebut Politik Identitas Jadi Tantangan

Jumat, 26 Oktober 2018 | 22:49 WIB
CP
WM
Penulis: Carlos KY Paath | Editor: WM
Anggota DPR sekaligus Ketua Umum Inovator 4.0 Indonesia Budiman Sudjatmiko, dalam pemaparanya disaksikan nara sumber lainnya  Founder Zenius Education Sabda PS dan Penggagas Pergantian RUU Pendidikan Kedokteran Mariya Mubarika, saat menjadi pembicara deklarasi dan diskusi
Anggota DPR sekaligus Ketua Umum Inovator 4.0 Indonesia Budiman Sudjatmiko, dalam pemaparanya disaksikan nara sumber lainnya Founder Zenius Education Sabda PS dan Penggagas Pergantian RUU Pendidikan Kedokteran Mariya Mubarika, saat menjadi pembicara deklarasi dan diskusi "Inovator 4.0 Indonesia" di Jakarta, Kamis, 20 September 2018. (SP/Joanito De Saojoao/SP/Joanito De Saojoao)

Jakarta - Kaum muda memiliki sejumlah tantangan menyongsong cita-cita Generasi Emas 2045. Salah satu tantangan itu yakni menguatnya politik identitas dan radikalisme. Menurut politisi muda Budiman Sudjatmiko, dua hal tersebut berdampak buruk bagi anak-anak muda.

"Kalau soal dampak kita tidak usah berdebat. Daya rusaknya pasti besar. Karena kemudian bisa diolah menjadi sebuah bibit perpecahan. Memungkinkan dengan cara mudah, sifat-sifat serigala dalam diri kita untuk memangsa orang lain muncul, karena kita melihat perbedaan," kata Budiman, saat dihubungi, Jumat (26/10).

Ia menambahkan, setiap orang berpotensi merasa menjadi singa dan melihat manusia lain sekadar kawanan kijang atau kuda zebra. "Kita diberi taring teknologi. Karena itu kita harus menghilangkan sifat singa, sifat buas dari diri kita. Caranya apa? Revolusi mental harus dikonkritkan menjadi revolusi cara berpikir," imbuh Anggota DPR dari Fraksi PDI-P ini.

Menurutnya, ilmu pengetahuan harus terlibat dalam mewujudkan pengubahan cara berpikir. Para ahli syaraf dan otak perlu bertemu untuk merumuskan serta melakukan pemetaan. "Untuk mengetahui dan meminimalisir sifat jijik, rasa takut pada yang berbeda. Ini bisa dibenahi dengan cara genetik dan pergaulan. Revolusi mental diubah menjadi penataan akal waras," tegasnya.

Ia menyatakan, pengambil kebijakan sepatutnya memutuskan ada atau tidaknya riset luar biasa terhadap studi otak. Sebab, melalui otak lahir cara berpikir, rasionalitas, emosional, empati, simpati, keberanian, ketakutan, dan lain sebagainya. "Studi itu harus dibawa ke pembicaraan publik lewat undang-undang. Karena itu saya sedang ajukan Rancangan Undang-Undang Pengelolaan Pemerintahan Kecerdasan Buatan," ujarnya.

Ia menuturkan, perkembangan teknologi informasi menjadi tantangan berikutnya. Perkakas teknologi yang diakses kaum muda begitu banyak sekarang. "Sebenarnya anak muda punya banyak kesempatan untuk menjadi generasi emas menyongsong revolusi industri 4.0," tuturnya. Hanya saja, menurut Budiman, konten informasi dan isu begitu membanjiri linimasa.

Dikatakan, kemampuan memilih belum terlatih. "Kemampuan memilih dan memilah dari banyak informasi, banyak data ini yang harus dilatih. Di sinlah kita butuh filsafat, berpikir kritis, berpikir analisis bagi anak muda. Kalau itu tidak dipenuhi, maka akses terhadap teknologi informasi malah akan menjadi bencana," tukasnya. Menyongsong seabad kemerdekaan Indonesia, lanjutnya, filosofi semestinya diganti.

"Bukan berkompetisi saja, tapi berkolaborasi. Pandai hari ini bukan kesitimewaan. Karena informasi bisa didapat dengan mudah. Karena begini? Pengetahuan itu tidak hanya didapat dari teks tapi juga dari konteks. Bukan apa yang kita baca, tapi mesti mengalami. Dengan orang lain," katanya.

Budiman menjelaskan, kemampuan anak muda bersatu, berjejaring sosial dibutuhkan pada era kecerdasan buatan. Apabila teknologi tidak diimbangi dengan kolaborasi, ujarnya, maka teknologi dapat menjadi mematikan, menyingkirkan segala macam. "Di situlah seni berkolabrasi menjadi penting. Sebagaimana Sumpah Pemuda "Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa"," jelasnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon