Gaet Pemilih Milenial, Pendidikan dan Lapangan Kerja Jadi Isu Penting
Selasa, 30 Oktober 2018 | 21:46 WIB
Jakarta - Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari menilai, terdapat dua isu penting yang perlu diperhatikan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden untuk menggarap suara pemilih milenial, yakni pendidikan dan lapangan kerja. Sebab, kaum milenial merupakan pemilih kelahiran 1980 sampai 2000.
"Kebanyakan pemilih milenial ini kan berusia 17 tahun sampai 26 tahun. Nah, usia-usia seperti itu tentunya sedang konsen dengan sekolah, kuliah dan pekerjaan. Jadi, isu yang relevan dan penting adalah pendidikan dan lapangan kerja," ujar Qodari, saat dihubungi, di Jakarta, Selasa (30/10).
Karena itu, kata Qodari, jika paslon mau menggarap suara pemilih milenial, maka perlu menguasai isu pendidikan dan lapangan kerja khususnya memberikan tawaran-tawaran solusi yang menarik dan kreatif untuk mengatasi masalah pendidikan dan lapangan kerja.
"Jumlah pemilih milenial juga besar dan bisa menjadi penentu kemenangan," ungkap dia.
Lebih lanjut, Qodari mengatakan dari medium yang digunakan kaum milenial mayoritas menggunakan media baru, yakni media sosial seperti Facebook, Instagram, dan Twitter. Kalau mengukur dari media sosial, Joko Widodo lebih unggul dibandingkan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno lebih unggul dibandingkan KH Ma'ruf Amin.
"Kalau penampilan atau personal style, Jokowi lebih unggul dibandingkan Prabowo. Jokowi lebih banyak memakai jacket, kaus dan sepatu yang style kaum milenial. Sedangkan cawapresnya, Sandiaga lebih unggul dari Kiai Ma'ruf Amin," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




