Luna Maya: Mandi Lumpur dan Belatung demi Suzzanna
Jumat, 9 November 2018 | 15:58 WIB
Jakarta - Demi menghasilkan film yang berkualitas, seorang bintang film harus tampil secara all out. Seperti yang dilakukan Luna Maya dalam film Suzzanna: Bernapas Dalam Kubur yang akan tayang pada 15 November 2018. Dirinya rela mandi lumpur dan belatung, tanpa menggunakan pemeran pengganti.
Hal ini disampaikan oleh aktor Teuku Rifnu Wikana saat berkunjung ke BeritaSatu Plaza, Kamis (8/11). Dirinya bercerita, dirinya mengagumi Luna Maya karena menurutnya wanita kelahiran Bali ini memiliki komitmen yang kuat jika tengah menjalani sebuah pekerjaan.
"Coba bayangkan, saya sering menantang cewek-cewek, seandainya kamu dikasih kesempatan main film. Terus pada jam setengah tiga pagi kamu disuruh tiduran di dalam galian tanah satu setengah meter. Tidak cuma itu, badan kamu juga dihujani lumpur, plus dimasukin belatung hidup yang gigit ke badan kamu. Setelah itu ditutup dengan kaca, baru di-shoot dengan kamera. Siap tidak?," cerita Rifnu dengan semangat.
Menurut Rifnu, Luna juga merupakan aktor yang memiliki stamina yang kuat. Usai pengambilan adegan berat seperti itu, menurutnya Luna tidak terus mengeluh. Namun justru sebaliknya, Luna langsung bercanda kembali dengan kru-kru yang ada di lokasi.
"Kita aja gak tega melihat belatung nempel di badannya. Namun anehnya dia tidak apa-apa. Memang wanita ini sangat kuat dan siap saji. Makanya film ini menarik banget, proses syutingnya aja sampai seperti itu. Kalau tayang, biar pemain film di Indonesia itu tahu, bahwa begini cara jika Anda mau menjadi aktor. Harus siap lahir dan batin," terangnya.
Mendengar pujian tersebut, Luna hanya tersenyum manis. Seolah dirinya mengiyakan semua yang diucapkan Rifnu. "Ya, memang seperti itu prosesnya. Gara-gara belatung juga sampai bisulan dan masih ada bekasnya nih," jelasnya.
Memang, sebelumnya Luna juga bercerita, kesempatan menjadi sosok Suzzanna merupakan tantangan yang cukup berat selama dirinya berkarir di industri perfilman. Bukan hanya karena proses syuting yang cukup panjang dan berat, tetapi juga karena Suzzanna merupakan tokoh yang namanya sudah melegenda dan memiliki banyak penggemar di dalam maupun luar negeri.
"Kalau Suzzanna, bodoh aja sih kalau sampai aku lewatin. Ini kesempatan sekali seumur hidup. This is the legend and the iconic Suzzanna. Terus kalau dilewatin, penyesalannya akan saya pikul seumur hidup. Walalupun horor lagi (setelah film Sabrina). Namun balik lagi, kita bekerja, kita berkarya tidak kenal genre. I mean as long we love our job, yang namanya akting apapun genrenya tetep juga berkarya," ungkapnya.
Memerankan tokoh legendaris tidaklah mudah, setelah film itu tayang di bioskop, tentu seorang aktor harus mendengarkan banyak kritik dan pujian yang diberikan penonton. Dirinya tidak membatasi hal tersebut, karena itu adalah hak penonton. Namun, jika nanti sosok Suzzanna melekat dengan dirinya, ia tidak mau disebut sebagai Queen of Horror.
"Saya tidak tahu sudah pas atau kurang karena belum menonton. Tetapi yang bisa saya kasih adalah the best yang bisa saya delivered di skrip dan karakter yang beliau mainkan di film sebelumnya. Saya tidak mau bilang, saya spesialis horor atau drama. Saya tidak mau, tetapi apapun yang bisa bikin kita terchallenge saya pikir itu adalah karya. Saya tidak mikir mau jadi The Queen of Horror. Saya hanya mau main film dan berkarya. Sebanyak dan sebagus mungkin selama masih ada kesempatan," tukasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




