Emak-emak Ikut Perangi Hoax Lewat Gerakan "Ibu Jari Ibu"
Selasa, 20 November 2018 | 20:40 WIB
Jakarta - Kabar bohong atau hoax semakin marak akhir-akhir ini. Hoax semakin tersebar di media sosial terutama menjelang saat pemilihan umum atau pemilihan kepala daerah di Indonesia. Hoax tersebut biasanya berisi aneka ujaran kebencian dan provokasi yang kemudian memicu konflik. Apabila hoax dibiarkan, semangat kebangsaan serta persatuan dan kesatuan Indonesia terancam.
Di luar para pembuat dan penyebar hoax, untungnya masih banyak elemen-elemen di masyarakat yang aktif memerangi hoaks. Salah satunya adalah ibu–ibu yang tergabung dalam Japri (Jaman Perempuan Indonesia) yang aktif mengajak masyarakat untuk menghindari hoax.
"Hoax sangat membahayakan dan bisa memecah-belah persatuan bangsa. Masyarakat harus cerdas agar tidak mudah terkecoh dan terpengaruh hoax," kata Ketua JAPRI Purnama Sitompul melalui keterangan tertulis, Selasa (20/11).
Guna mencegah hoax, Japri menyelenggarakan seminar "Masyarakat Cerdas Menghindari Hoax/ Fitnah", di Gedung Sekar Wijayakusuma, Cipayung, Jakarta Timur. Seminar yang digelar Japri tersebut dihadiri sekitar 400 peserta masyarakat umum, ibu-ibu dari berbagai daerah di wilayah DKI Jakarta dan Sukabumi.
"Para politisi jangan menggunakan hoax sebagai cara untuk memenangkan diri atau menjatuhkan lawan," tegas Purnama.
"Japri sebetulnya sudah mulai memerangi hoax dengan cara gerakan 'ibu jari ibu' yaitu memakai ibu jari untuk mengirim atau posting share berita-berita positif mengenai kemajuan sekarang, pembangunan di banyak bidang, infrastruktur, dan lain-lain," kata Purnama.
"Japri juga berdialog dengan masyarakat atau ibu-ibu di mana saja ada kesempatan dengan membicarakan mengenai Indonesia yang secara positif sedang membangun untuk kemajuan dan seterusnya tetapi tidak menggurui. Jadi Japri sudah melakukan itu. Gerakan 'ibu jari ibu' untuk mengirimkan berita-berita positif terutama mengenai Indonesia," pungkasnya.
Sementara itu Anita Wahid dari The Wahid Institute mengingatkan para politisi supaya meneladani para pendiri bangsa dalam mengelola negara."Mari kita kembali kepada tujuan bernegara seperti yang dicita-citakan para pendiri bangsa," tandas Anita.
Selain Anita, pembicara lain adalah Ustaz Iip Syarif Hidayat, Anggota DPR Adian Napitupulu, dan Diaz Hendropriyono. Diskusi tersebut dipandu oleh moderator Eliza Prabawa.
Sementara itu Diaz Hendropriyono mengajak masyarakat pengguna gadget agar tidak mudah percaya pada berita bohong, karena efeknya sangat berbahaya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




