Peneliti LIPI: Partai Politik Episentrum Korupsi

Selasa, 11 Desember 2018 | 14:13 WIB
HS
YD
Penulis: Hotman Siregar | Editor: YUD
Ilustrasi korupsi.
Ilustrasi korupsi. (ist)

Jakarta- Peneliti politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris mengatakan selama ini salah satu episentrum korupsi ada di partai politik (parpol). Padahal parpol menjadi sarana rekrutmen calon pemimpin bangsa.

Hal itu dikatakan Haris dalam Diskusi bertema "Peluang dan Tantangan Demokrasi ke Depan" yang berlangsung di Widya Graha LIPI Jakarta, Selasa (11/12).

Saat ini, oligarki politik dan ekonomi berlangsung di tingkat nasional dan lokal. Di tingkat lokal diketahui dampaknya dengan munculnya bos lokal. Lokal bos oligarki tersebut juga telah membajak demokrasi.

"Jangan bayangkan setelah 98 sudah nikmati kedaulatan rakyat dan kebebasan sipil karena sudah di intervensi oligarki. Ketika politik di pemilu sudah di fait accompli dari parpol. Di pilkada, yang penting berikan kontribusi atau berikan rente pada elit politik," ujar Haris.

Haris menyatakan, dampak dari situasi tersebut pilkada jadi momen panen raya bagi elit dari mahar politik.

Lemahnya penegakan supremasi hukum membuat korupsi makin menjadi-jadi. Hal itu menyebabkan demokrasi menjadi stagnan.

"Dari hasil pilkada serentak rakyat dapat apa? Yang nikmati adalah elit politik," ucapnya.

Oleh karena itu, saran Haris, bangsa ini butuh dukungan kolektif benahi demokrasi. Ia juga menekankan pentingnya membenahi sistem pilkada untuk menghadapi oligarki luar biasa itu.

"Pemimpin politik kita menikmati kondisi ini karena enggak mau kehilangan zona nyaman. Butuh kerja ekstra benahi bangsa ini lagi," katanya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon