Perusakan Makam, Gubernur Jateng Minta Masyarakat Tak Terpancing
Kamis, 3 Januari 2019 | 19:18 WIB
Semarang - Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak terpengaruh terhadap isu suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) yang diduga melatari kejadian perusakan makam di beberapa lokasi di Magelang.
"Masyarakat sebaiknya tenang dan menyerahkan penyelidikan kepada pihak kepolisian, jangan terpancing isu SARA," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kepada wartawan di Kabupaten Semarang, Kamis (3/1).
Maka jika ada kejadian baru, ia meminta masyarakat segera melapor ke polisi. "Laporkan polisi saja, biar dicek bener nggak, begitu benar, segera proses," lanjutnya.
Lebih lanjut Ganjar enggan mengomentari soal kemungkinan adanya potensi kerusuhan akibat isu SARA yang mengikuti kejadian tersebut. "Tidak usah dikembangkan (ke arah sana)," katanya.
Sebelumnya di hadapan ribuan kyai yang menghadiri Haul KH Abdul Malik ke 31 di Ngawinan, Jetis, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Ganjar menekankan bahaya hoax dan fitnah yang kini marak.
Fitnah yang banyak menyebar lewat media sosial ini, menurutnya, telah membahayakan kerukunan masyarakat, terutama dalam hal toleransi beragama.
Untuk itu Ganjar meminta peran pemimpin, baik tokoh masyarakat maupun ulama, untuk membimbing warganya. Paling utama adalah berfikir yang positif dalam menyikapi segala isu yang berkembang, termasuk SARA.
"Para pemimpin harus mengajak berfikir positif dan optimis. Dengan seperti itu, optimisme berbangsa akan terus tumbuh di lubuk masyarakat. Kita yakin, semoga negara kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini tetap ada sampai hari kiamat," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




