Nasdem: Prabowo Perlu Ungkap Fakta Penculikan Aktivis 98

Selasa, 15 Januari 2019 | 15:36 WIB
YP
FB
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: FMB
Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Johnny G Plate.
Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Johnny G Plate. (Beritasatu Photo/Yustinus Paat)

Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Johnny G Plate meminta Calon Presiden Nomor Urut 02 Prabowo Subianto mengungkap ke publik kejadian atau fakta yang sebenarnya kasus penculikan dan penghilangan paksa aktivis 1998. Menurut Johnny, momentum kampanye khususnya debat calon presiden-calon wakil presiden (capres-cawapres) bisa dijadikan kesempatan mengungkap fakta tersebut.

"Mestinya Pak Prabowo buka ke publik apa yang sebenarnya terjadi supaya orang mengetahui rekam jejaknya, orang memilih dengan informasi yang banyak bukan dengan pertanyaan-pertanyaan yang banyak," ujar Johnny di Jakarta, Selasa (15/1).

Masyarakat, kata Johnny, tentunya masih bertanya-bertanya terkait kasus penculikan dan penghilangan paksa para aktivis 98 tersebut. Apalagi, kata dia, sejumlah anggota Tim Mawar telah diproses secara hukum di Mahkamah Militer, sementara dugaan keterlibatan Prabowo diselesaikan melalui Dewan Kehormatan Perwira (DKP).

"Mereka (Tim Mawar) sudah dihukum secara hukum tetapi juga ada di TNI yang dulu ABRI tidak semua diselesaikan di Mahkamah Militer terkait Jenderal Prabowo yang diselesaikan di luar Mahkamah Militer, yaitu melalui jalur politik dengan pertimbangan politik, dengan dibentuknya Dewan Kehormatan Perwira," tandas dia.

Prabowo, kata Johnny perlu menjelaskan mengapa ada perlakuan yang berbeda seperti itu. Kemudian, terminologi pemberhentian dari TNI oleh DKP juga dinilai halus untuk tidak mengatakan dipecat dari TNI.

"Sekarang masyarakat bertanya karena masyarakat membutuhkan informasi terkait rekam jejak paslon. Ini juga terkait debat karena nanti terkait visi-misi, salah satunya masalah HAM. Karena itu kita harus mengetahui rekam jejak pasnagan calon. Nah, rekam jejak ini belum clear," ungkap dia.

Lebih lanjut, Johnny mengatakan butuh kerendahan hati dan kejujuran Prabowo untuk mengatakan yang sebenarnya. Menurut dia, tidak perlu dibuat Tim Gabungan seperti untuk pengungkapan kasus penyidik KPK Novel Baswedan. Pasalnya, penyelesaian kasus HAM sudah ada jalurnya dan akan lebih cepat jika aktor-aktor yang terlibat bisa jujur mengungkapkan fakta sebenarnya.

"Tidak perlu tim khusus, minimal dari Prabowonya, terlibat atau tidak karena faktanya Tim Mawar sudah dihukum melalui Mahkamah Militer," pungkas dia.

Tim Mawar adalah sebuah tim kecil dari kesatuan Komando Pasukan Khusus Grup IV, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat. Tim ini adalah diduga merupakan tim yan diperintahkan Prabowo Subianto yang saat itu menjadi Danjen Kopassus untuk menculik para aktivis politik pro-demokrasi atau aktivis 98. Beberapa anggota Tim Mawar juga sudah diadili dan dihukum melalui pengadilan di Mahkamah Militer.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon