Radiofarmaka Batan Ampuh untuk Penderita Sakit Berat
Kamis, 24 Januari 2019 | 17:10 WIB
Jakarta - Fungsi nuklir untuk kesehatan terus dikembangkan oleh Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan). Bahkan, Batan telah menghasilkan kit radiofarmaka atau zat kimia hasil kedokteran nuklir yang mampu membantu pasien sakit berat, mulai dari kanker hingga tuberkulosis.
Deputi Pendayagunaan Teknologi Nuklir Batan, Hendiq Winarno mengatakan, di bidang kesehatan, Batan telah menghasilkan berbagai jenis radiofarmaka yang sudah digunakan oleh sejumlah rumah sakit (RS) di Indonesia. Salah satunya adalah kit radiofarmaka Samarium 153 yang bisa menahan rasa sakit penderita kanker stadium 4.
"Jika menggunakan morfin, pasien bisa menahan rasa sakitnya 8 jam sampai 2 hari. Sementara jika menggunakan Samarium 153 dari Batan, rasa sakit bisa ditahan hingga 40-60 hari," ucapnya di sela-sela pertemuan media dengan Batan di Jakarta, Rabu (23/1).
Hingga saat ini Hendiq menjelaskan, sejumlah kit radiofarmaka yang telah mendapat izin edar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), antara lain kit radiofarmaka methylene disphoshonate (MDP) yang berfungsi sebagai bone scan untuk mengetahui sebaran kanker pada tulang.
Kemudian masih ada kit radiofarmaka MIBI yang digunakan untuk diagnosis perkusi jantung, kit diagnostik DIPA untuk diagnosis perfusi ginjal dan menilai gromerular filtration rate, serta kit Iodium 131 metaiodobenzyl guanidine untuk diagnosis kanker neuroblastoma.
Selain itu ada pula Samarium 153 ethylene diamine tetra-methylene phosphonic adid untuk terapi paliatif kanker metastasis pada tulang. Sedangkan kit ethambutol untuk deteksi tuberkulosis masih tahap registrasi untuk proses izin edarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




