Pameran Seni Lintas Generasi, Wujud Politik Bersih Lawan Politik Hitam
Minggu, 10 Februari 2019 | 14:49 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin mengapresiasi para seniman dan pemilik galeri yang menggelar Pameran Seni Lintas Generasi di Hotel Pullman Central Park Jakarta, Minggu (10/2). Apresiasi diberikan atas kerelaan menyumbangkan hasil penjualan sebagai wujud dukungan kepada pasangan calon nomor urut 01 itu.
Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto mengatakan, gelar karya seni lintas generasi itu tidak hanya hadir sebagai metode kampanye baru pasangan calon (paslon) 01. Namun juga menjadi ekspresi gerakan para seniman dan budayawan nusantara mendukung kepemimpinan Jokowi-KH Maruf Amin.
"Para seniman dan budayawan menampilkan karyanya, yang diikuti oleh gerakan para pemilik galeri dan kolektor untuk memamerkan koleksi dan kemudian disumbangkan bagi kemenangan Jokowi-KH Ma'ruf Amin," kata Hasto, Minggu (10/2).
Gerak kebudayaan ini hadir sebagai antitesa politik hitam. Sebab politik hati bersih yang diusung Jokowi-Ma'ruf, melahirkan pikiran dan tindakan bersih. Dengan demikian, dukungan para seniman dan budayawan ini memperkuat hijrah dari politik penuh intrik dan fitnah yang terus ditujukan ke Jokowi-KH Ma'ruf Amin sebagai korban fitnah.
"Ke politik berkebudayaan yang mengedepankan daya cipta, kreativitas atas dasar mata hati yang bening, sekaligus membedakan dengan Tim Kampanye Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang kering dalam kebudayaan dan ekspresi seni," kata Hasto.
Apresiasi diberikan kepada para budayawan yang menjadi peserta pameran itu yakni Gunawan Muhammad, Kartika Affandi, Joko Gundul, I Ketut Jaya, Nyoman Nuarta, Soeharto PR, Wage S, Vony Dewi, Sentot Widodo, Aan Gunawan, Agus Riyadi, Anton Abganial, Anton Subiyabto, Arkiv Vilmansyah.
Kemudian Bony Setiawan, Catur Bina Prasetyo, Darmana HS, Deddy Sufriadi, Erica Hestu W., Gusmen Heriadi, Hanafi Heri Kris, Hojatul, Huda Fauzan, I Ketut Jaya, I Nyoman Sujana Kenyem, Made Duatmika, Made Somadita, Made Kaek, Made Wiradana, Nasirun, Paul Hendro, Putu Sutawijaya, RM Mulyadi, Satya Budhi, Tisna Sanjaya, Tjokorda, Tommy M, dan Wisnu Auri. "Ada banyak nama lainnya yang terlibat," imbuh Hasto.
Dengan jalan kebudayaan sebagai intisari politik yang berkeadaban, maka Jokowi-KH Maruf Amin memimpin di depan. "Jalan kebudayaan inilah yang menjawab mengapa kami terus diserang dengan cara-cara yang tidak berkeadaban. Sebab yang di sana tidak punya program unggulan," ujar Hasto.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




