Yusuf Mansyur Minta Pilpres Tidak Saling Menjatuhkan
Rabu, 13 Februari 2019 | 17:14 WIBJakarta, Beritasatu.com - Yusuf Mansur membenarkan komunikasi dirinya dengan TGB Zainul Majdi soal bagaimana dia mendukung Joko Widodo. Kendati begitu dukungan tersebut justru dilarang oleh Jokowi supaya konsentrasi mengembangkan ekonomi keummatan.
"Benar. Karena saya melihat dengan mata kepala sendiri. Karena sejak 2007 kan kami bersahabat sejak beliau masih di Solo lalu naik jadi walikota. Selama ini tak ada hambatan komunikasi tetap baik, good, oke," kata Ustaz Yusuf Mansyur menjawab wartawan, Rabu (13/2).
Konsisten dengan janjinya kepada Jokowi, Yusuf Mansyur pun mendorong agar pilpres jangan sampai jadi ajang saling menjatuhkan. Sebagai contoh, dia meminta agar para pendukung Jokowi maupun Prabowo, untuk berbicara dengan bahas yang baik.
"Contoh, misalkan hari-hari terakhir ini banyak yang mengangkat ibu yang satu, lalu merendahkan ibu yang lain. Kan tak boleh. Tak baik. Harus tetap meninggikan semua ibu," kata Yusuf Mansyur. "Jangan menjelekkan siapapun, jangan merendahkan siapapun. Itu saya mengingatkan."
Kata dia, dirinya pun berteman dengan Sandiaga Uno, sebagai orang yang pertama kali memimpin upacara bendera di Pesantren Darul Quran yang diasuhnya. Hal itu terjadi pada tahun 2008.
Di sisi lain, Yusuf Mansyur juga berani bersaksi soal bagaimana keluarga Jokowi dan kebaikannya. Khususnya Iriana, istri Jokowi yang kini adalah ibu negara.
"Saya kira kebaikan ini harus diketahui Indonesia," imbuhnya.
Ditanya apakah dirinya pernah diajak TKN Jokowi-Ma'ruf mendukung paslon 01, Yusuf Mansyur mengaku tak ada ajakan itu. Karena itulah, dia kembali konsisten untuk menyampaikan bahwa semua warga Indonesia adalah bersaudara dan bersahabat.
"Ayo semua positif, adem, jangan sampai jadi bagian dari masalah," katanya.
"So far saya adalah pendakwah, so far saya adalah ustaz. Saya ingin tunjukkan bagaimana kita harus bersikap."
"Tapi kenapa anda tak terbuka sekalian mendukung Jokowi? Kok malah meminta Prabowo dihormati?" tanya wartawan.
"Lho itu merupakan kebaikan dari seorang presiden yang tak menghendaki saya membela beliau, yang tak menghendaki saya mendukung beliau. Karena basisnya Paytren ada di umat," jawabnya.
"Kalau diajak TKN mendukung, anda akan menerima?" tanya wartawan lagi.
"Dari dulu sudah diajak. Tapi kan cara mendukungnya tidak kasar. Ya Bismillah lah," jawabnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




