Tanggapi Sandi, JK: Pencegahan Stunting Dimulai Sebelum Melahirkan
Selasa, 19 Maret 2019 | 20:14 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) mengemukakan pencegahan stunting dilakukan sebelum dan sesudah melahirkan. Sebelum melahirkan berupa pemberian asupan yang cukup bagi ibu hamil. Hal itu agar kesehatan ibu hamil terjaga dan anak yang dilahirkan juga sehat.
"Memang stunting pencegahannya sebelum melahirkan. Ibunya diberi asupan supaya sehat, bayi yang lahir juga lahir sehat," kata JK di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (19/3/2019).
Ia menanggapi program sedekah putih dari calon wakil presiden (cawapres) Sandiaga Uno dalam visi dan misi yang disampaikan dalam debat pada Minggu (17/3/2019) lalu.
JK menyebut pencegahan stunting sebelum melahirkan itu sangat penting. Jika gizi ibunya rendah, otomatis anak yang dilahirkan akan mengalami perlambatan dalam pertumbuhan. Setelah melahirkan, tetap diberi asupan Air Susu Ibu (ASI) yang cukup kepada bayi agar anak bisa tumbuh sehat dan kuat.
"Momen-momen penting sampai tiga tahun atau 1.000 hari. Pertama harus dirawat apakah diberi ASI atau makanan sesuai, tetapi setelahnya juga harus karena pertumbuhan anak bukan hanya 1.000 hari. Balita sampai anak-anak, pertumbuhannya harus baik karena ada hubungannya dengan tingkat kecerdasan dan masa depan anak," jelas JK.
Sebagaimana diketahui, stunting adalah masalah kesehatan di mana seorang bayi atau anak-anak mengalami hambatan dalam pertumbuhan tubuhnya, sehingga gagal memiliki tinggi yang ideal pada usianya.
Dalam debat lalu, cawapres Maruf Amin mengkritik program sedekah putih dari Sandiaga Uno yang baru diberikan setelah melahirkan. Menurut Maruf, program itu tidak mencegah stunting karena awal mula dari stunting adalah dari gizi ibu hamil. Ma'ruf juga mengkritik sedekah putih berupa pemberian susu kepada anak yang baru lahir. Padahal menurut ilmu kesehatan, ibu wajib menyusui bayinya minimal sampai enam bulan setelah melahirkan. Jika langsung diberi susu formula maka tidak mendorong ibu untuk menjalankan kewajibannya menyusui bayi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




