BPBD Bengkulu Imbau Warga Lebong Waspadai Banjir dan Longsor
Kamis, 21 Maret 2019 | 08:03 WIB
Bengkulu, Beritasatu.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bengkulu mengimbau, masyarakat untuk mewaspadai banjir dan longsor, menyusul intensitas hujan masih tinggi di daerah ini.
"Kita minta warga Bengkulu, tetap mewaspadai ancaman banjir dan longsor karena curah hujan masih tinggi. Warga yang tinggal di sepanjang DAS dan lereng bukit bila hujan lebat berlangsung lama agar waspada banjir dan longsor," kata Plt Kepala BPBD Bengkulu, Rusdi Bakar, di Bengkulu, Kamis (21/3).
Ia mengatakan, ada sejumlah daerah di Bengkulu, rawan banjir dan longsor bila hujan lebat turun terus menerus di daerah tersebut. Salah satunya daerah rawan banjir di Bengkulu adalah Kabupaten Lebong.
Hal ini terjadi karena sungai yang ada di Lebong, sebagian besar sudah mengalami pendangkalan, sehingga jika hujan lebat berlangsung lama, sungai meluap dan terjadi banjir merendam rumah dan tanaman pertanian milik warga setempat. Selain itu, beberapa ruas jalan di Lebong juga rawan longsor karena tanah di kiri kanan jalan labil. Akibat, hutan yang ada di daerah ini sudah gundul, sehingga air hujan tidak dapat diserap dengan baik oleh tanah.
Ruas jalan yang sering mengalami longsor saat musim hujan di wilayah Lebong, antara lain ruas Bengkulu-Muara Aman dan Giri Mulya-Atas Tebing. "Dua ruas jalan ini setiap musum hujan selalu longsor," ujar Rusdi Bakar.
Untuk itu, BPBD Bengkulu mengimbau warga yang melintasi dua ruas jalan tersebut, agar berhati-hati, terutama hujan lebat, sehingga akan terhindar dari hal-hal yang tidak diingkan bila terjadi longsor.
Bupati Lebong, Rosjonsyah mengatakan, untuk mengatasi banjir dan longsor di daerah tersebut, pihaknya telah memprogramkan pengerukan sejumlah sungai dangkal yang ada beberapa kecamatan di daerah ini.
"Kita sudah memprogramkan pengerukan sejumlah sungai di daerah ini sebagai upaya mengatasi banjir pada musim hujan. Kami yakin kalau sungai tidak dangkal lagi ancaman banjir di Lebong akan berkurang," ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga akan merehabilitasi hutan gundul melalui intansi terkait, seperti BDAS Bengkulu, sehingga hutan di daerah ini kedepan kembali hijau. Dengan demikian, air hujan dapat diserap dengan baik dan tidak terjadi longsor pada setiap musim hujan.
Upaya lainya, Pemkab Lebong bersama instansi terkait aktif melakukan pengawasan hutan TNKS dan hutan lindung yang ada di daerah ini, sehingga kerusakan hutan TNKS dan hutan lindung dapat dikendalikan sesuai harapan, katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




