KPK belum Butuh Keterangan Neneng soal Perkara Lain

Minggu, 17 Juni 2012 | 13:57 WIB
RW
B
Buronan Komisi Pemberantasan Korupsi kasus dugaan korupsi pengadaan listrik PLTS tahun 2008, Neneng Sri Wahyunidikawal petugas penyidik KPK saat tiba di Gedung Komisi Pemberantasan korupsi di Jakarta.FOTO: ANTARA/Reno Esnir
Buronan Komisi Pemberantasan Korupsi kasus dugaan korupsi pengadaan listrik PLTS tahun 2008, Neneng Sri Wahyunidikawal petugas penyidik KPK saat tiba di Gedung Komisi Pemberantasan korupsi di Jakarta.FOTO: ANTARA/Reno Esnir
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum membutuhkan keterangan Neneng Sri Wahyuni terkait sejumlah kasus korupsi yang tengah ditangani oleh  KPK.
 
Hal itu dikatakan oleh Juru Bicara KPK Johan Budi SP kepada Beritasatu.com, Minggu (17/6). "Belum ada rencana," kata Johan.
 
Kendati belum merencanakan untuk meminta keterangan tersangka kasus dugaan  korupsi pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenaketrans), Johan mengatakan di masa mendatang hal tersebut mungkin saja dilakukan.
 
"Namun kemungkinan itu bisa saja," kata Johan.
 
Neneng merupakan istri M Nazaruddin, terdakwa kasus dugaan suap pembangunan Wisma Atlet SEA Games XXVI Palembang 2011.
 
Bersama Nazaruddin, Neneng mengelola Permai Grup, korporasi yang banyak bermain di proyek-proyek pemerintah.
 
Di Permai Grup Neneng menjabat sebagai Direktur Keuangan. Nenenglah yang  mengatur seluruh keuangan yang keluar dan masuk brankas keuangan Permai  Grup. Tanpa izin Neneng, tidak sepeserpun uang bisa keluar dari  brankas.
 
Sementara Nazaruddin, sebelum terlilit kasus korupsi, Nazaruddin merupakan Bendahara Umum Partai Demokrat.
 
Nazaruddin banyak mengeluarkan testimoni yang menguak korupsi yang  dilakukan politisi Partai Demokrat. Sejumlah testimoni Nazaruddin  tersebut telah menyeret beberapa politisi Partai Demokrat ke ranah  hukum.
 
Misalnya saja mantan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Angelina Sondakh. Angie diungkap oleh Nazaruddin bermain dalam proyek di Kementerian Pemuda dan Olahraga dan Kementerian Pendidikan Nasional.
 
Tidak hanya Angie, Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum juga  menjadi sasaran tembak Nazaruddin. Anas disebut menerima jatah dari proyek pembangunan pusat olahraga Bukti Hambalang Bogor bernilai Rp1,1 triliun.
 
Kemudian, uang-uang hasil proyek pemerintahkan, berdasarkan testimoni  Nazaruddin digunakan untuk membiayai kemenangan Anas dalam pemilihan Ketua Umum Partai Demokrat pada Mei 2010 di Bandung, Jawa Barat.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon