Timses Hidayat Didik Diteror Bom Molotov
Kamis, 21 Juni 2012 | 15:05 WIB
Otak pengeboman masih buram.
Rumah Suryadi, salah satu tim sukses pasangan calon Gubernur DKI Jakarta dari PKS, Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini, di daerah Petogongan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dilempar bom molotov oleh orang tak dikenal, Kamis (21/6), sekitar pukul 13.00 WIB.
Bom berbahan baku bensin yang dimasukan ke dalam botol air minum kemasam 500 mililiter itu mengenai bagian belakang mobil Suryadi yang di parkir di dalam rumah. Akibatnya, cover ban serep rusak akibat terbakar bom molotov. Beruntung, sejumlah warga mengetahui kejadian itu. Mereka pun segera memadamkan api, sehingga tidak menimbulkan kerusakan yang lebib besar.
Sejauh ini, Suryadi masih belum mengetahui pelaku teror. Yang terang, dari informasi yang didapat, pelaku berjumlah dua orang dan mengendarai sepeda motor.
"Usai melempar bom, pelaku melarikan diri dengan sepeda motor," paparnya.
Suryadi telah melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. "Saya berharap, pihak kepolisian dapat segera menangkap pelaku teror. Sebab apa pun motifnya hal itu sangat membahayakan keamanan," katanya.
Di kalangan masyarakat Petogogan, Suryadi dikenal sebagai ustad. Ia sangat aktif menyosialisasikan pasangan Hidayat-Didik kepada masyarakat sekitar tempat tinggalnya. Bahkan, belum lama berselang Suryadi juga menyelenggarakan acara sosialisasi yang menghadirkan sekitar seribu orang di daerah itu dengan mendatangkan cagub Hidayat Nur Wahid.
Menanggapi peristiwa tersebut, cagub Hidayat Nur Wahid menyatakan tindakan tersebut sebagai teror yang sangat serius. Karena itu, ia meminta pihak keamanan untuk mengusut sampai tuntas, bukan saja pelaku, tetapi juga otak di balik teror itu.
"Apapun motifnya, jelas ini tindakan yang tidak bisa dibenarkan. Ini tindakan yang bisa dikategorikan biadab," kata Hidayat.
Kendati demikan, Hidayat meminta agar timses, relawan, maupun kader-kader PKS untuk bersikap tenang dan tetap fokus pada kerja-kerja pemenangan pasangan Hidayat Didik.
"Jangan terprovokasi aksi tersebut, karena itu memang yang diinginkan pihak-pihak yang tidak senang dengan kerja-kerja pemenangan pasangan Hidayat Didik," imbaunya.
Rumah Suryadi, salah satu tim sukses pasangan calon Gubernur DKI Jakarta dari PKS, Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini, di daerah Petogongan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dilempar bom molotov oleh orang tak dikenal, Kamis (21/6), sekitar pukul 13.00 WIB.
Bom berbahan baku bensin yang dimasukan ke dalam botol air minum kemasam 500 mililiter itu mengenai bagian belakang mobil Suryadi yang di parkir di dalam rumah. Akibatnya, cover ban serep rusak akibat terbakar bom molotov. Beruntung, sejumlah warga mengetahui kejadian itu. Mereka pun segera memadamkan api, sehingga tidak menimbulkan kerusakan yang lebib besar.
Sejauh ini, Suryadi masih belum mengetahui pelaku teror. Yang terang, dari informasi yang didapat, pelaku berjumlah dua orang dan mengendarai sepeda motor.
"Usai melempar bom, pelaku melarikan diri dengan sepeda motor," paparnya.
Suryadi telah melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. "Saya berharap, pihak kepolisian dapat segera menangkap pelaku teror. Sebab apa pun motifnya hal itu sangat membahayakan keamanan," katanya.
Di kalangan masyarakat Petogogan, Suryadi dikenal sebagai ustad. Ia sangat aktif menyosialisasikan pasangan Hidayat-Didik kepada masyarakat sekitar tempat tinggalnya. Bahkan, belum lama berselang Suryadi juga menyelenggarakan acara sosialisasi yang menghadirkan sekitar seribu orang di daerah itu dengan mendatangkan cagub Hidayat Nur Wahid.
Menanggapi peristiwa tersebut, cagub Hidayat Nur Wahid menyatakan tindakan tersebut sebagai teror yang sangat serius. Karena itu, ia meminta pihak keamanan untuk mengusut sampai tuntas, bukan saja pelaku, tetapi juga otak di balik teror itu.
"Apapun motifnya, jelas ini tindakan yang tidak bisa dibenarkan. Ini tindakan yang bisa dikategorikan biadab," kata Hidayat.
Kendati demikan, Hidayat meminta agar timses, relawan, maupun kader-kader PKS untuk bersikap tenang dan tetap fokus pada kerja-kerja pemenangan pasangan Hidayat Didik.
"Jangan terprovokasi aksi tersebut, karena itu memang yang diinginkan pihak-pihak yang tidak senang dengan kerja-kerja pemenangan pasangan Hidayat Didik," imbaunya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
HUKUM & HANKAM
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




