Masuki Musim Kemarau, Batanghari Siaga Kebakaran Hutan

Senin, 27 Mei 2019 | 15:48 WIB
RS
JM
Penulis: Radesman Saragih | Editor: JEM
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Humas BNPB)

Jambi, Beritasatu.com - Musim kemarau yang mulai terjadi di beberapa kabupaten di Provinsi Jambi menimbulkan kerawanan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Beberapa kabupaten di Jambi kini meningkatkan antisipasi karhutlah menyusul curah hujan yang semakin berkurang. Patroli karhutlah di kawasan-kawasan perkebunan, hutan dan lahan terbuka atau areal penggunaan lain (APL) di beberapa kabupaten juga terus ditingkatkan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi kini melakukan deteksi dini karhutla di daerah-daerah rawan karhutlah setiap musim kemarau di daerah itu.

Kepala BPBD Batanghari, Samral Lubis di Batanghari, Jambi, Senin (27/5/2019) menjelaskan, melalui patroli di lapangan yang dilakukan beberapa pekan terakhir, BPBD Batanghari mendeteksi empat kecamatan rawan karhutla di daerah itu. Kecamatan rawan karhutla tersebut, Bajubang, Batin XXIV, Pemayung dan Marosebo Ulu. Kawasan rawan karhutlah di empat kecamatan tersebut merupakan perkebunan kelapa sawit,karet, pertanian dan APL.

"Mencegah terjadinya karhutla di empat kecamatan tersebut, kini kami melakukan melakukan sosialisasi pencegahan karhutla ke desa-desa dan perusahaan. Kami meminta para petani dan pengusaha perkebunan kelapa sawit tidak melakukan pembakaran dalam pembersihan maupun pembukaan lahan. Selain itu kami juga mengajukan penetapan status siaga karhutla di Batanghari kepada Bupati Batanghari. Penetapan siaga karhutla itu perlu agar BPBD dan Satuan Tugas Penanggulangan Karhutla Batanghari bisa mengintensifkan pencegahan dan penanggulangan karhutlah,"ujarnya.

Dijelaskan, BPBD Batanghari peningkatan kesiagaan karhutla di daerah itu perlu dilakukan memasuki Juni nanti karena berdasarkan surat edaran Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jambi, wilayah Jambi saat ini sudah memasuki awal musim kemarau. Karena itu pencegahan dan penanggulangan karhutla perlu diintensifkan.

Menurut Samral Lubis, karhutla skala besar atau luas yang menyebarkan asap ke daerah lain belum terjadi di Batanghari Januari - akhir Mei 2019 karena curah hujan cukup tinggi. Namun antisipasi karhutla di daerah itu perlu dilakukan karena tahun lalu kasus karhutlah di Batanghari cukup tinggi.

Jumlah titik api yang muncul di Batanghari tahun 2018 sekitar 45 titik. Luas karhutla di Batanghari tahun lalu mencapai 477,97 hektare (ha). Karhutla tersebut tersebar di tujuh kecamatan. Karhutla paling luas terdapat di kawasan perkebunan,Kecamatan Bajubang dengan luas karhutla 290,12 ha dan 14 titik api. Karhutla di daerah itu paling banyak terjadi Juli dengan jumlah titik api 10 titik dan Agustus 20 titik api.

Sementara itu pantauan Suara Pembaruan di Kota Jambi, Senin (27/5), asap mulai muncul. Namun asap masih tipis dan belum mengganggu aktivitas masyarakat,penerbangan dan transportasi darat. Asap tersebut berasal dari pembakaran limbah pertanian, sampah dan semak belukar di Kota Jambi serta kebakaran lahan di Kabupaten Muarojambi.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon