Capital One Sebut 100 Juta Data Pribadi di AS dan Kanada Diretas
Selasa, 30 Juli 2019 | 10:18 WIB
New York, Beritasatu.com - Capital One Financial Corp menyatakan, informasi pribadi termasuk nama, alamat, nomor telepon dan skor kredit sekitar 100 juta orang nasabah di Amerika Serikat (AS) dan 6 juta orang di Kanada, telah diretas.
Seperti dilansir Reuters, Selasa (30/7/2019), perusahaan penerbit kartu kredit di AS itu mengatakan, kasus peretasan informasi pribadi tersebut teridentifikasi pada 19 Juli, dan orang yang bertanggung jawab terhadap peretasan tersebut, telah ditangkap oleh Biro Investigasi Federal (FBI).
Pihak Capital One menyatakan, insiden ini diperkirakan menelan biaya antara US$ 100 juta hingga US$ 150 juta, terutama karena pemberitahuan pelanggan, pemantauan kredit dan dukungan hukum.
Peretas disebutkan tidak mendapatkan akses ke nomor rekening kartu kredit. Namun, sekitar 140.000 nomor jaminan sosial dan 80.000 nomor rekening bank yang terhubung telah diretas. Selain itu, sekitar 1 juta nomor asuransi sosial pelanggan kartu kredit Capital One di Kanada, juga telah diretas.
Dalam menjalankan aksinya, peretas tersebut mampu 'mengeksploitasi' kerentanan konfigurasi yang terdapat dalam infrastruktur perusahaan. Faktor kerentanan konfigurasi ini, sebelumnya telah dilaporkan kepada Capital One oleh seorang peneliti eksternal.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




