Universitas Budi Luhur Tuan Rumah Konferensi Internasional EECSI

Kamis, 19 September 2019 | 07:55 WIB
IC
IC
Penulis: Iman Rahman Cahyadi | Editor: CAH
Peserta dari 13 negara di tiga benua mengikuti 6th International Conference on Electrical, Computer Science and Informatics 2019 (EECSI 2019), Rabu, 18 September 2019.
Peserta dari 13 negara di tiga benua mengikuti 6th International Conference on Electrical, Computer Science and Informatics 2019 (EECSI 2019), Rabu, 18 September 2019. (istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Universitas Budi Luhur (UBL) berkolaborasi dengan Universitas Gadjah Mada, Universitas Diponegoro, Universitas Sriwijaya, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Islam Sultan Agung, Universitas Muhammadiyah Malang, Universiti Teknologi Malaysia dan Institute Advance Engineering and Science (IAES) Indonesia Section menggelar 6th International Conference on Electrical, Computer Science and Informatics 2019 (EECSI 2019), Rabu (18/9/2019). Konferensi Internasional ini mengambil tema "Bridge Toward Industrial Revolution 4.0 and its Applications on Electrical, Electronics, Computer Science and Informatics for Humanity".

Tema ini dipilih karena Revolusi Industri 4.0 diperkirakan memberikan dampak besar terhadap kehidupan masyarakat. Berbagai pendapat tentang dampak Revolusi Industri 4.0 pun bermunculan. Mc. Kinsey Global Institute memprediksikan 800 juta pekerja akan kehilangan pekerjaannya. Sementara ada pihak lain yang justru optimistis bahwa generasi milenial memiliki kesempatan untuk mencoba perusahaan rintisan (start up) di berbagai bidang.

Dr. Wendi Usino, M. Sc. Plt Rektor Universitas Universitas Budi Luhur menyampaikan pentingnya pelaksanaan riset maupun penyelenggaraan konferensi riset berbagai lembaga.

Pembukaan EECSI 2019 oleh Plt Rektor Universitas Budi Luhur Dr. Wendi Usino.

"Presiden Joko Widodo pada 13 Agustus 2019 lalu mengesahkan UU No 11 tahun 2019 Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Sinas Iptek). UU bertujuan mendorong terintegrasinya riset yang ada di berbagai lembaga dan meningkatkan kontribusi iptek bagi pembangunan nasional. Ini artinya kolaborasi pelaksanaan riset maupun penyelenggaraan konferensi riset berbagai lembaga seperti yang hari ini dilakukan penting dilakukan," tutur Wendi Usino dalam siaran pers, Rabu (19/9/2019).

"Saya menekankan faktor humanity dalam konferensi ini, karena sesuai dengan nilai-nilai kebudiluhuran yaitu cinta kasih (love), welas asih (compassion),  simpati (sympathy), dan empati (empathy)," tambahnya.

EECSI 2019 yang digelar di El Hotel Royale, Bandung, ini menghadirkan tiga pembicara kunci, yaitu Prof. Dr. Naomie Salim (Professor of Computer Science, Universiti Teknologi Malaysia), Prof. Dr. Shekar Verma (Professor of Wireless Sensor Network, Indian Institute of Information Technology, Allahabad, India), dan Prof. Dr. Trio Adiono (Professor of Microelectronics, Institute Teknologi Bandung, Indonesia).

Panitia mencatat 83 makalah hasil riset dari 13 negara, 3 benua, telah lolos seleksi panitia dipresentasikan dalam konferensi internasional ini. Negara asal peserta yang tercatat dalam konferensi ini yaitu Inggris, Denmark, Russia, Australia, Taiwan, Nepal, Yordania, Irak, Pakistan, Srilangka, India, Malaysia dan tuan rumah Indonesia. 



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon