Ini Alasan Presiden Tunjuk Hanif Jadi Plt Menpora
Jumat, 20 September 2019 | 17:06 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memiliki sejumlah pertimbangan sebelum mengangkat Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri menjadi pelaksana tugas (plt) menteri pemuda dan olahraga (Menpora). Misalnya, Hanif merupakan politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
"Iya salah satunya itu (Hanif dari PKB)," ungkap Menteri Sekretaris Negara Pratikno di Istana Negara, Jakarta, Jumat (20/9/2019). Seperti diberitakan, Imam Nahrawi memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai menpora, setelah menyandang status tersangka kasus dugaan penerimaan suap yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Pratikno menyatakan, beberapa menteri akan dilantik sebagai anggota DPR pada 1 Oktober 2019. Karenanya, pilihan Presiden Jokowi menentukan plt Menpora tidak banyak. "Pilihannya tidak banyak. Kan ada beberapa menteri yang nanti dilantik pada tanggal 1 Oktober sebagai anggota DPR. Akhirnya Pak Presiden memutuskan Pak Hanif sebagai plt Menpora," jelas Pratikno.
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani serta Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H Laoly memang bakal dilantik menjadi wakil rakyat pada 1 Oktober. Keduanya merupakan calon anggota legislatif (caleg) terpilih DPR dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Menurut Pratikno, Presiden akan menunjuk plt untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Puan dan Yasonna. "1 Oktober (Puan dan Yasonna) dilantik (jadi anggota DPR). Nanti masih ada waktu 20 hari lagi (sampai pelantikan Presiden dan Wakil Presiden). Kurang lebih sikap Pak Presiden mengangkat plt untuk beberapa jabatan menteri yang kosong, kan tidak banyak," pungkas Pratikno.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




