Pengamat: Penyerangan Terhadap Wiranto Akibat Doktrin Tagut
Jumat, 11 Oktober 2019 | 13:53 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pengamat terorisme dari Universitas Indonesia Ridwan Habib mengatakan penyerangan terorisme berupa penusukan terhadap Menko Polhukam Wiranto lazim disebut sebagai teknik Ightiyalat atau pembunuhan senyap. Targetnya adalah figur atau tokoh-tokoh utama yang dianggap paling penting di pihak lawan.
"Dalam hal ini Wiranto diserang bukan karena pribadinya tapi statusnya sebagai Menko Polhukam," kata Ridwan di Jakarta, Jumat (11/10/2019).
Ia menjelaskan apa yang dilakukan sebagai bagian dari doktrin jihad kelompok JAD. Doktrin itu menyebutkan membunuh tagut adalah seutama-tamanya jihad.
"Wiranto dianggap sebagai representasi tagut," tegasnya.
Atas serangan itu, dia mendorong perlu evaluasi kerja intelijen. Evaluasi termasuk mekanisme berbagi informasi antara aparat intelijen dengan pihak kepolisian.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




