Koalisi Buruh Dukung Andi Gani Nena Wea Jadi Menaker

Kamis, 17 Oktober 2019 | 17:12 WIB
ES
DB
B
Preside Jokowi bertemu Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, dan  Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal di Istana Bogor, Senin (30/09/2019) siang.
Preside Jokowi bertemu Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, dan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal di Istana Bogor, Senin (30/09/2019) siang. (istimewa/istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com- Koalisi buruh mengusulkan agar Presiden Jokowi menunjuk Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea menjadi Menaker di periode kedua kepemimpinannya. Keberadaan unsur buruh dalam kabinet dianggap mampu menciptakan hubungan ketenagakerjaan yang harmonis serta mendukung terwujudnya Indonesia menjadi tujuan investasi dunia.

"Kami meminta dengan sungguh-sungguh agar presiden Jokowi mengangkat Andi Gani," kata Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal dalam acara deklarasi di Gedung Joang, Jakarta, Kamis (17/10/2019).

Secara kapasitas, lanjut Iqbal, Andi Gani sudah teruji kapabilitasnya dengan memimpin serikat buruh terbesar di Indonesia. Andi Gani bahkan bisa merangkul dan menyatukan seluruh pemimpin buruh di Indonesia.

Menurut dia, faktor-faktor tersebut sangat dibutuhkan Presiden Jokowi agar memiliki menteri yang bisa memberi masukan positif mengenai persoalan ketenagakerjaan yang bisa diterima seluruh pemangku kepentingan baik pemerintah, pengusaha dan pekerja.

Dia juga mengingatkan, di masa reformasi, hanya pada era Presiden Megawati Soekarnoputri saja perwakilan buruh masuk dalam kabinet. Selepas itu tidak ada lagi perwakilan buruh masuk kabinet. Maka di periode kedua Kabinet Kerja, sudah saatnya bagi Presiden Jokowi menarik unsur buruh.

"Kemampuan ini sangat diperlukan oleh Bapak Presiden Jokowi untuk mewujudkan dan menciptakan iklim investasi dan ketenagakerjaan dengan kebijakan yang seimbang antara pekerja dan pengusaha," terangnya.

Iqbal juga menyinggung, 50% PDB Indonesia disumbang dari sektor manufaktur. Adanya unsur buruh duduk dalam kabinet maka bisa meningkatkan hal itu mengingat, Andi Gani sudah teruji mampu membangun hubungan industri dengan ketenagakerjaan secara harmonis.

"Andi Gani bukan hanya memiliki latar belakang pemimpin buruh tetapi juga sebagai pengusaha. Dia juga masuk sebagai Preskom PT PP dan bersama jajarannya mampu memajukan perusahaan," kata Iqbal.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon