PSI: Jabatan Kepresidenan Bisa Tujuh Tahun, tetapi Hanya Satu Periode

Kamis, 21 November 2019 | 22:25 WIB
YP
AO
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: AO
Tsamara Amany
Tsamara Amany (istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengusulkan agar masa jabatan presiden selama tujuh tahun, tetapi dibatasi hanya satu periode. PSI menilai, periode masa jabatan tujuh tahun akan membuat presiden bekerja semaksimal mungkin.

"Jika hanya satu periode, setiap presiden akan bekerja semaksimal mungkin, fokus bekerja buat rakyat, dan tidak memikirkan pemilu berikutnya," kata Ketua DPP PSI Tsamara Amany kepada Beritasatu.com di Jakarta, Kamis (21/11/2019).

Masa jabatan satu periode, kata Tsamara, akan membuat presiden terlepas dari tekanan politik jangka pendek dan lebih fokus untuk melahirkan kebijakan terbaik. Politik juga akan terbebas dari pragmatisme.

Menurut Tsamara, masa kepemimpinan perlu diperpanjang sampai tujuh tahun agar setiap presiden memiliki waktu cukup untuk mewujudkan program-program kerja.

"Selanjutnya, satu periode ini akan menghilangkan konsep petahana dalam pemilihan presiden. Maka, tak ada lagi kecurigaan bahwa petahana memanfaatkan kedudukannya untuk kembali menjadi menang pemilu," ujar Tsamara.

Dalam pengamatan PSI, kata Tsamara, pada format 2x5 tahun pun yang efektif cuma tujuh atau delapan tahun. Menurut dia, dua atau tiga tahun sisanya biasa dipakai untuk penyesuaian awal periode dan kampanye pemilu berikut.

"Jadi, pemilu setiap tujuh tahun jelas akan menghemat biaya. Jika biasanya setiap lima tahun ada pemilu, kelak hanya akan terjadi setiap tujuh tahun," kata Tsamara.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon