Pilwali Surabaya, Pengamat: PSI akan Beri ke Dhimas Anugrah

Rabu, 27 November 2019 | 18:36 WIB
RS
B
Penulis: Rully Satriadi | Editor: B1
Dhimas Anugrah dan Grace Natalia
Dhimas Anugrah dan Grace Natalia (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Konvensi calon Wali Kota dan calon Wakil Wali Kota Surabaya 2020 dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendapat perhatian pengamat, dan masyarakat luas di Kota Pahlawan. Tak terkecuali para konstituen partai berlambang mawar tersebut.

Partai yang dipimpin Grace Natalie itu diprediksi akan menempatkan kadernya dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya 2020 mendatang.

Direktur Generasi Optimis Research dan Consulting (GORC) Bayu Winarko mengatakan berdasarkan survei internal, dari sekian banyak nama yang mendaftar konvensi, nama politisi muda PSI Dhimas Anugrah menduduki posisi paling tinggi dalam popularitas.

Atas dasar itu Bayu menduga kuat PSI akan berikan surat rekomendasi kepada Dhimas.

"Kami tak bermaksud mendahului internal DPP PSI, kami hanya sajikan hasil survei internal, yang meliputi popularitas dan elektabilitas dari para pendaftar konvensi. Sejauh ini nama Cak Dhimas unggul. Elektabilitasnya sudah mulai naik sejak bulan Juni lalu," ujar Bayu, Rabu (27/11/2019).

Lebih lanjut GORC mengusulkan agar Dhimas lebih menguatkan dan meningkatkan elektabilitasnya supaya posisinya stabil.

Sejalan dengan Bayu, Sekretaris Jendral Generasi Optimis (GO) Indonesia Tigor Mulo Horas Sinaga mengatakan elektabilitas Dhimas sudah melambung sejak Juni lalu.

"Grafik elektabilitas Cak Dhimas bagus. Trennya meningkat. Saya kira itu karena pergerakan para relawan PSI di Surabaya yang gigih mensosialisasikan Cak Dhimas, walau beliau sendiri sedang menyelesaikan studi doktoralnya di Oxford, Inggris," kata Horas.

Pakar politik dan intelijen itu berjanji akan menggerakkan mesin politik dan segala sumber dayanya di Surabaya untuk memenangkan Dhimas, dan siapa pun calon pasangannya di Pilwali 2020 nanti.

GO Indonesia pada kesempatan itu juga mengusulkan agar Dhimas berpasangan dengan Zahrul Azhar Asumta (Gus Hans) dalam kontestasi Pilwali mendatang.

"Gus Hans dan Cak Dhimas sudah saling kenal baik. Sudah seperti kakak dan adik. Kami harap beliau berdua bisa segera ngopi bareng sambil membicarakan visi dan misi bagi Surabaya," kata Horas sambil menambahkan Surabaya butuh Cak Dhimas dan Gus Hans. Keduanya muda, bersih, cerdas, punya akhlak yang baik. Itu yang dibutuhkan Surabaya.

Jika dua tokoh muda ini bersinergi, diprediksi akan mampu memobilisasi dua kekuatan besar di Surabaya, yaitu golongan nahdliyin dan nasionalis.

"Dhimas dan Gus Hans perlu bersinergi. Mengacu pada pasal 40 UU 10/2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah, partai politik atau gabungan partai politik bisa mengajukan pasangan calon bila memenuhi akumulasi 20% suara di DPRD atau 25% dari suara sah pada pemilu," terang Horas.

Ia menjelaskan, hasil Pemilu 2019 lalu untuk DPRD Kota Surabaya, PDI Perjuangan memenangi dengan 15 kursi (30%), PKB, Partai Gerindra, PKS, dan Partai Golkar masing-masing 5 kursi (10%). Lalu Partai Demokrat dan PSI masing-masing 4 kursi (8%). Kemudian, PAN dan Partai Nasdem masing-masing 3 kursi (6%). Satu kursi sisanya direbut PPP (2%).

"Jadi sekarang tergantung komunikasi antarpartai saja. Menurut saya Gus Hans dan Cak Dhimas akan menjadi duet yang mampu mengulang kesuksesan duet Bu Khofifah dan Mas Emil Dardak waktu Pilgub 2018. Mereka menang dalam Pilgub di Surabaya," pungkas Horas.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon