KNPK: Hentikan Aksi Antek Asing Pendukung RPP Tembakau
Senin, 9 Juli 2012 | 13:05 WIB
Hanya di kulit saja AMTI mengklaim sebagai wakil masyarakat tembakau.
Koalisi Nasional Penyelamatan Kretek (KNPK) mengkritik para warga lokal terkait industri tembakau yang menjadi antek perusahaan rokok asing yang beroperasi di Indonesia, yang mendukung pengesahan RPP Tembakau.
Yang dimaksud KNPK adalah Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI) yang mengeluarkan pernyataan mendukung RPP Minggu lalu.
Koordinator KNPK, Zulvan Kurniawan menyatakan hanya di kulit saja AMTI mengklaim sebagai wakil masyarakat tembakau.
"Selebihnya mereka cuma segelintir pengampu kepentingan pabrik rokok putih asing, yang tidak memiliki akar ke basis massa petani tembakau yang sesungguhnya," tegas Zulvan dalam keterangan persnya di Jakarta, Senin (9/7).
Zulvan mendesak agar publik dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mulai memahami peta yang lebih utuh soal dukungan dan penolakan terhadap RPP Tembakau.
Menurutnya, RPP Tembakau bukan satu hal yang berdiri sendiri, namun langkah awal ratifikasi Framework Convention of Tobacco Control (FCTC) yang disponsori pihak asing.
"Jika FCTC sampai diratifikasi, akibatnya akan sangat mengerikan bagi petani tembakau lokal Indonesia, juga pada industri kretek Indonesia," kata dia.
Sebagai contoh, ada pasal FCTC yang membatasi kadar nikotin pada bahan baku maksimal 3 miligram, yang hanya bisa diikuti oleh tembakau impor.
"Sebab semua varian tembakau lokal Indonesia memiliki kadar nikotin di atas 3 miligram, catatan kami tembakau Indonesia paling rendah 5 miligram dari sentra-sentra tembakau di daerah pesisir. Sementara, di daerah unggulan pertanian tembakau semacam Temanggung, bisa sampai 7 bahkan 10 miligram," jelas Zulvan.
Itulah yang menyebabkan para petani tembakau Indonesia menolak mati-matian RPP Tembakau yang akan mematikan hidup mereka.
Menurut Zulvan, apabila peraturan itu diterapkan, secara otomatis produk tembakau lokal takkan mau dibeli perusahaan rokok, yang akan memilih untuk mengimpornya dari luar negeri.
Koalisi Nasional Penyelamatan Kretek (KNPK) mengkritik para warga lokal terkait industri tembakau yang menjadi antek perusahaan rokok asing yang beroperasi di Indonesia, yang mendukung pengesahan RPP Tembakau.
Yang dimaksud KNPK adalah Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI) yang mengeluarkan pernyataan mendukung RPP Minggu lalu.
Koordinator KNPK, Zulvan Kurniawan menyatakan hanya di kulit saja AMTI mengklaim sebagai wakil masyarakat tembakau.
"Selebihnya mereka cuma segelintir pengampu kepentingan pabrik rokok putih asing, yang tidak memiliki akar ke basis massa petani tembakau yang sesungguhnya," tegas Zulvan dalam keterangan persnya di Jakarta, Senin (9/7).
Zulvan mendesak agar publik dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mulai memahami peta yang lebih utuh soal dukungan dan penolakan terhadap RPP Tembakau.
Menurutnya, RPP Tembakau bukan satu hal yang berdiri sendiri, namun langkah awal ratifikasi Framework Convention of Tobacco Control (FCTC) yang disponsori pihak asing.
"Jika FCTC sampai diratifikasi, akibatnya akan sangat mengerikan bagi petani tembakau lokal Indonesia, juga pada industri kretek Indonesia," kata dia.
Sebagai contoh, ada pasal FCTC yang membatasi kadar nikotin pada bahan baku maksimal 3 miligram, yang hanya bisa diikuti oleh tembakau impor.
"Sebab semua varian tembakau lokal Indonesia memiliki kadar nikotin di atas 3 miligram, catatan kami tembakau Indonesia paling rendah 5 miligram dari sentra-sentra tembakau di daerah pesisir. Sementara, di daerah unggulan pertanian tembakau semacam Temanggung, bisa sampai 7 bahkan 10 miligram," jelas Zulvan.
Itulah yang menyebabkan para petani tembakau Indonesia menolak mati-matian RPP Tembakau yang akan mematikan hidup mereka.
Menurut Zulvan, apabila peraturan itu diterapkan, secara otomatis produk tembakau lokal takkan mau dibeli perusahaan rokok, yang akan memilih untuk mengimpornya dari luar negeri.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
HUKUM & HANKAM
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




