Megawati: Warga Bingung Pergi ke TPS Mana?
Senin, 9 Juli 2012 | 21:27 WIB
Megawati menyatakan pihaknya tak berpikir kalah menang dalam pemilukada.
Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, mengkritik penyelenggara Pilkada DKI Jakarta yang tak becus dalam melaksanakan tugasnya.
Mega bercerita pada akhir Juni lalu, telah menginstruksikan kader partainya untuk melakukan pemantauan agar Pilkada terselenggara dengan baik sesuai harapan masyarakat.
"Namun kenyataannya untuk masalah kartu undangan yang dijawadkan KPU seharusnya didistribusikan dari 6-8 Juli, ternyata sampai sekarang masih banyak warga yang bertanya-tanya karena belum terima undangan," kata Megawati di Jakarta, Senin (9/7).
Mega menyatakan bisa saja dia akan mengajukan protes resmi ke penyelenggara karena proses Pilkada tidak berjalan sesuai dengan yang telah disepakati bersama.
"Saya ingin meminta kepada pihak penyelenggara agar berjalan sesuai dengan yang disepakati," kata Megawati.
Padahal sukses penyelenggaraan pemilihan adalah termasuk apabila yang memiliki hak pilih bisa pergi ke TPS dan menggunakan haknya.
"Masyarakat bingung, ke TPS mana seharusnya mereka pergi? Padahal waktu tinggal hari ini dan esok," tutur Megawati.
Terkait pencalonan PDI Perjuangan pasangan Jokowi-Basuki, Megawati menyatakan pihaknya tak berpikir soal kalah menang, namun lebih berpikir bagaimana berjuang saja serta memastikan Pilkada yang sukses dan sesuai prinsip demokrasi.
"Sudah terlalu lama rakyat kita dijadikan obyek ketika pemilu. Sekarang ini kelihatan sekali dari banyak Pemilukada harus diluruskan kembali dalam arti sebenarnya," katanya.
Mega berjanji PDI Perjuangan akan memperketat pemantauan proses Pilkada untuk mengeliminir hal yang yang rak diinginkan.
Putri Proklamator Soekarno itu menambahkan pihaknya mengimbau semua warga Jakarta juga turut serta menyukseskan Pilkada yang jujur dan adil.
"Mari sama-sama berjuang menegakkan satu pillkada yang demokratis, adil dan jujur," kata Mega.
Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, mengkritik penyelenggara Pilkada DKI Jakarta yang tak becus dalam melaksanakan tugasnya.
Mega bercerita pada akhir Juni lalu, telah menginstruksikan kader partainya untuk melakukan pemantauan agar Pilkada terselenggara dengan baik sesuai harapan masyarakat.
"Namun kenyataannya untuk masalah kartu undangan yang dijawadkan KPU seharusnya didistribusikan dari 6-8 Juli, ternyata sampai sekarang masih banyak warga yang bertanya-tanya karena belum terima undangan," kata Megawati di Jakarta, Senin (9/7).
Mega menyatakan bisa saja dia akan mengajukan protes resmi ke penyelenggara karena proses Pilkada tidak berjalan sesuai dengan yang telah disepakati bersama.
"Saya ingin meminta kepada pihak penyelenggara agar berjalan sesuai dengan yang disepakati," kata Megawati.
Padahal sukses penyelenggaraan pemilihan adalah termasuk apabila yang memiliki hak pilih bisa pergi ke TPS dan menggunakan haknya.
"Masyarakat bingung, ke TPS mana seharusnya mereka pergi? Padahal waktu tinggal hari ini dan esok," tutur Megawati.
Terkait pencalonan PDI Perjuangan pasangan Jokowi-Basuki, Megawati menyatakan pihaknya tak berpikir soal kalah menang, namun lebih berpikir bagaimana berjuang saja serta memastikan Pilkada yang sukses dan sesuai prinsip demokrasi.
"Sudah terlalu lama rakyat kita dijadikan obyek ketika pemilu. Sekarang ini kelihatan sekali dari banyak Pemilukada harus diluruskan kembali dalam arti sebenarnya," katanya.
Mega berjanji PDI Perjuangan akan memperketat pemantauan proses Pilkada untuk mengeliminir hal yang yang rak diinginkan.
Putri Proklamator Soekarno itu menambahkan pihaknya mengimbau semua warga Jakarta juga turut serta menyukseskan Pilkada yang jujur dan adil.
"Mari sama-sama berjuang menegakkan satu pillkada yang demokratis, adil dan jujur," kata Mega.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
HUKUM & HANKAM
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




