Masalah Pajak, Alasan Keita Tinggalkan Barca
Selasa, 10 Juli 2012 | 08:27 WIB
"Bahkan sampai kesempatan terakhir, Barcelona dan saya masih coba menemukan kesepakatan. Tapi tak berhasil."
Seydou Keita akhirnya mengungkapkan masalah mendasar yang menyebabkan dia tak menemukan kata sepakat untuk perpanjangan kontrak dengan FC Barcelona, sehingga akhirnya memilih keluar dari klub itu. Masalah tersebut menurutnya adalah soal pajak (penghasilan).
Sebagaimana diketahui, pemain berusia 32 tahun asal Mali itu, akhirnya menandatangani kesepakatan transfer ke klub China, Dalian Aerbin, beberapa hari lalu. Sebuah transfer yang dengan demikian mengakhiri periode kiprahnya selama 4,5 tahun di Nou Camp, markas Barca.
Namun, kepada media massa, Keita menyebutkan bahwa sebenarnya sebelum ini, dia sempat berharap dapat bertahan di Barca. "Bahkan sampai kesempatan terakhir, Barcelona dan saya masih mencoba menemukan kesepakatan. Tapi kami tidak berhasil," ungkapnya.
"Itulah yang terjadi. Ini (semua) adalah karena masalah pajak," ujar Keita, sebagaimana dikutip oleh L'Equipe.
"Saya menjalani masa-masa yang hebat bersama Barca. Saya mencintai kesederhanaan dan persaudaraan di klub ini, di tengah pemain-pemainnya yang hebat. Saya tak akan pernah melupakan semua itu," tuturnya pula.
Seperti diberitakan, meski dengan angka yang belum jelas detailnya, Keita menandatangani kepindahannya ke Dalian dengan nilai transfer cukup besar. Namun begitu, pemain tengah tersebut menegaskan bahwa uang bukanlah satu-satunya motivasi dalam kepindahannya ke klub China itu.
"Ya, (jelas) saya akan mendapatkan (banyak) uang di China, dan ini bisa saja menjadi kontrak terakhir saya. Tapi itu (uang) bukanlah satu-satunya alasan. Saya masih punya ambisi (untuk prestasi)," tegas Keita.
Seydou Keita akhirnya mengungkapkan masalah mendasar yang menyebabkan dia tak menemukan kata sepakat untuk perpanjangan kontrak dengan FC Barcelona, sehingga akhirnya memilih keluar dari klub itu. Masalah tersebut menurutnya adalah soal pajak (penghasilan).
Sebagaimana diketahui, pemain berusia 32 tahun asal Mali itu, akhirnya menandatangani kesepakatan transfer ke klub China, Dalian Aerbin, beberapa hari lalu. Sebuah transfer yang dengan demikian mengakhiri periode kiprahnya selama 4,5 tahun di Nou Camp, markas Barca.
Namun, kepada media massa, Keita menyebutkan bahwa sebenarnya sebelum ini, dia sempat berharap dapat bertahan di Barca. "Bahkan sampai kesempatan terakhir, Barcelona dan saya masih mencoba menemukan kesepakatan. Tapi kami tidak berhasil," ungkapnya.
"Itulah yang terjadi. Ini (semua) adalah karena masalah pajak," ujar Keita, sebagaimana dikutip oleh L'Equipe.
"Saya menjalani masa-masa yang hebat bersama Barca. Saya mencintai kesederhanaan dan persaudaraan di klub ini, di tengah pemain-pemainnya yang hebat. Saya tak akan pernah melupakan semua itu," tuturnya pula.
Seperti diberitakan, meski dengan angka yang belum jelas detailnya, Keita menandatangani kepindahannya ke Dalian dengan nilai transfer cukup besar. Namun begitu, pemain tengah tersebut menegaskan bahwa uang bukanlah satu-satunya motivasi dalam kepindahannya ke klub China itu.
"Ya, (jelas) saya akan mendapatkan (banyak) uang di China, dan ini bisa saja menjadi kontrak terakhir saya. Tapi itu (uang) bukanlah satu-satunya alasan. Saya masih punya ambisi (untuk prestasi)," tegas Keita.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
HUKUM & HANKAM
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




