2020, Elizabeth Berencana Tambah 10 Gerai Baru
Jumat, 20 Desember 2019 | 22:45 WIB
Surabaya, Beritasatu.com - Peritel fashion lokal, Elizabeth, akan terus melebarkan sayapnya di tengah ketatnya persaingan pasar ritel fashion saat ini, seiring bermunculan pemain baru baik yang lokal maupun global.
Tetap membidik konsumen menengah, pada 2020 Elizabeth berencana menambah 10 gerai baru di berbagai kota di tanah air hingga total jumlahnya mencapai 100 gerai dari sekarang 90 gerai.
Area Manager Wilayah Timur Elizabeth, Herawaty Puspadewi, mengatakan, kehadiran Elizabeth sejak 1963 di pasar ritel fashion di Indonesia telah menempatkannya sebagai brand lokal yang memiliki daya saing kuat di segmen menengah.
"Kita memiliki tempat tersendiri di hati konsumen menengah dan itu menjadi kekuatan kita untuk bersaing dengan para pemain baru. Sehingga kita tetap bertahan dan terus menambah gerai baru sampai sekarang dan akan terus berkembang di masa mendatang," kata Dewi, panggilan Herawaty Puspadewi, pada acara roadshow 'Elizabeth Close To You' di Surabaya, Jumat (20/12/2019).
LBS Bidik Pasar Menengah Atas di Surabaya
Kota Surabaya menjadi kota ketiga untuk gelaran acara roadshow bertemakan Indonesia as Fashion Tourisme yang melibatkan influencer dan masyarakat itu setelah sebelumnya di 2 kota Jabodetabek dan Yogyakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk mendekatkan kepada konsumen sekaligus memperkenalkan produk Elizabeth kepada genarasi milenial.
Dewi memaparkan, bermula dari usaha membuat tas koper seharga Rp 10.000 per unit dan bermodal satu mesin jahit di awal perintisan bisnisnya oleh pasangan Elizabeth dan Handoko, Elizabeth dalam perkembangan kini menyediakan semua kebutuhan fesyen untuk segala umur mulai anak-anak PAUD hingga orang dewasa, mulai produk tas wanita, sepatu, pakaian hinggga asesoris.
"Produk itu, 90 persen dihasilkan dari pabrik sendiri dan hanya 10 persen dari luar. Target market kami konsumen menengah dan naik sedikit demi sedikit dengan memunculkan brand lain seperti Emsio, Lorica, Delco dan lainnya," ujar Dewi.
Cinta Laura Geluti Bisnis Pakaian Olahraga
Bermodal kekuatan daya saing itu, lanjut Dewi, Elizabeth optimistis dengan peluang pasar kedepan sekalipun tak dipungkiri persaingan pasar akan semakin ketat seiring bertambahnya pemain baru di pasar ritel fashion. Rencana pengembangan pasar dengan membuka cabang atau gerai baru di beberapa kota tetap akan dijalankan.
"Kita akan tambah 10 cabang baru pada 2020 dari sekarang 90 cabang. Kita masih mencari lokasi yang tepat untuk penambahan gerai baru ini mulai barat sampai timur," tuturnya.
Dewi menyebutkan, pengembangan pasar diikuti pula dengan inovasi pemasaran. Ramainya penjualan digital juga tak luput dari perhatiannya. Saat ini, selain penjualan melalui gerai, Elizabeth juga melayani penjualan secara online. "Kalau dihitung sekarang ini antara penjualan offline dan online itu nilainya fifty-fifty," imbuh Dewi.
Tak hanya pemasaran, sentuhan inovasi juga disematkan pada desain produk terutama tas wanita yang saat ini kontribusinya paling besar mencapai 70 persen. Desain produk tas wanita menggunakan beragam corak batik. "Desain batik pada tas wanita ini sekaligus memperkenalkan budaya khas wanita dan itu ternyata cukup digemari," tandas Dewi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




