Cawagub DKI Riza Patria Tidak Punya Agenda Pribadi

Senin, 3 Februari 2020 | 19:30 WIB
ES
FB
Penulis: Erwin C Sihombing | Editor: FMB
Wakil Ketua Komisi II DPR  Riza Patria (tengah), anggota Komisi II DPR Firman Soebagyo (kiri) dan  Ketua KADIN Batam Jadi Rajagukguk saat menjadi narasumber pada acara diskusi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (8/1/2019).
Wakil Ketua Komisi II DPR Riza Patria (tengah), anggota Komisi II DPR Firman Soebagyo (kiri) dan Ketua KADIN Batam Jadi Rajagukguk saat menjadi narasumber pada acara diskusi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (8/1/2019). (Suara Pembaruan/Ruht Semiono)

Jakarta, Beritasatu.com - Kandidat wakil gubernur (wagub) DKI yang diusung Gerindra, Riza Patria menegaskan, dirinya tidak memiliki agenda pribadi jika nantinya terpilih menjadi wakil dari Gubernur Anies Baswedan. Artinya, Ketua DPP Gerindra itu bersedia menjalankan segala program-program Anies di DKI.

"Saya tinggal mengikuti atau melaksanakan yang sudah diputuskan," kata Riza, di DPRD DKI, Senin (3/2/2020).

Riza Patria mendatangi sejumlah fraksi di DPRD DKI antara lain PAN dan PSI untuk mengenalkan diri sebagai salah satu cawagub. Langkah serupa telah lebih dulu dilakukan oleh kandidat dari PKS yaitu, Nurmansjah Lubis.

Riza menyatakan hal itu lantaran menyadari bahwa posisinya jika terpilih sebagai wagub adalah pengganti antar waktu (PAW) menggantikan Sandiaga Uno yang berpasangan dengan Anies pada Pilgub 2017. Dia tidak turut menyusun agenda maupun program yang disusun Anies-Sandi saat berkampanye.

Menurut dia, posisi tersebut juga dialami Nurmansjah Lubis. "Tugas kami kalau sudah jadi baru mengikuti program. Tidak boleh ada gerakan tambahan. Wagub tidak boleh menambah program," ujarnya.

Status Riza hingga kini masih menjabat sebagai anggota DPR RI periode 2019-2024. Bahkan dia masih duduk sebagai Wakil Ketua Komisi V DPR RI. Riza tidak mau mengundurkan diri sebagai anggota parlemen sebelum tata tertib (tatib) pemilihan wagub telah disahkan oleh DPRD DKI.

"Setelah itu disahkan maka akan diatur posisinya. Kapan daftar, verifikasi, kapan mundurnya," tekan dia.

Saat mengunjungi Fraksi PSI DKI, Riza meminta seluruh anggota PSI tetap mengkritisi kinerjanya apabila nanti terpilih sebagai wagub. Maka selain kepada gubernur, kritikan juga dapat diarahkan kepada wagub.

Dia menyatakan hal itu sebagai tanggapan atas pernyataan Wakil Ketua Fraksi PSI Anthony Winza yang menyebut, PSI di DKI merupakan salah satu fraksi yang kritis dalam menyoroti kinerja gubernur.

"Kita butuh mitra yang kritis bukan yang selalu memuji," ungkapnya.

Ketua Fraksi PAN DKI, Lukmanul Hakim menyampaikan harapannya agar Riza bisa terpilih sebagai wagub. Dia mengaku telah mengenal Riza saat sama-sama mendukung pasangan Anies-Sandi pada Pilgub 2017.

Sekalipun begitu, PAN DKI meminta Riza untuk menyoroti masalah klasik yang belum teratasi di DKI seperti banjir dan macet. Kalau nanti terpilih, PAN turut berharap Riza tidak menjadikan kedudukannya di DKI sebagai lompatan menuju kedudukan yang lebih tinggi.

"Insyaallah kami (PAN) turut bersama Gerindra. Kami di sini kompak," jelas Lukmanul.

Sikap Riza Patria tidak jauh berbeda dengan Nurmansjah Lubis alias Ancah, yang menegaskan jika terpilih sebagai wagub maka dirinya hanya membantu Anies dalam menjalankan program-program di DKI.

"Wagub membantu apa saja supaya beban gubernur ini sedikit banyak menjadi ringan," kata Ancah beberapa waktu yang lalu.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon