PSI Undang Dua Cawagub Adu Debat Solusi Banjir Jakarta
Jumat, 6 Maret 2020 | 16:56 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – DPRD DKI Jakarta telah menetapkan pelaksanaan paripurna pemilihan Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta pada 23 Maret 2020 mendatang. Mengawali proses tersebut, Dewan Perwakilan Wilayah Jakarta Partai Solidaritas Indonesia (DPW PSI), secara khusus mengundang dua calon Wagub Nurmansjah Lubis dan Ahmad Riza Patria untuk beradu visi, misi, dan strategi dalam diskusi bertajuk ‘Ngobrol Bareng Cawagub - Solusi Banjir ala Wakil Gubernur’ di bilangan Jakarta Selatan, Jumat (6/3/2020).
Selain dua cawagub Riza Patria dan Nurmansjah Lubis, hadir juga pakar tata air Firdaus Ali.
Ketua DPW PSI DKI Jakarta Michael Victor Sianipar mengatakan diskusi ini berupaya untuk menggali lebih jauh kedua sosok yang salah satunya akan mendampingi Gubernur DKI terpilih di masa sisa 2,5 tahun pemerintahan.
Diskusi turut mengundang panelis dan terbuka untuk masyarakat umum, sementara warga yang berhalangan hadir dapat melihat siaran langsung dan mengajukan pertanyaan melalui seluruh kanal akun media sosial PSI Jakarta.
"Ini kesempatan warga DKI memberikan aspirasinya dan secara langsung menilai respon dua calon wagub dalam menyelesaikan "PR" besar yang ada di Jakarta," ujarnya, Jumat (6/3/2020).
Diskusi diharapkan dapat menjadi barometer untuk diduplikasi partai politik lain, terutama partai pengusung calon wagub, dalam memberi kesempatan pada publik untuk tahu benar rekam jejak calon pemimpin nomor dua di ibukota.
Michael menambahkan dengan demikian pemilihan wagub tidak sekadar proses politik yang tertutup dengan mekanisme voting di DPRD, tapi ada partisipasi warga yang bisa menagih pertanggungjawaban suara wakilnya di parlemen.
Tema banjir dipilih seiring dengan permasalahan terkini yang melanda Jakarta. Tercatat di awal 2020, hanya dalam kurun dua bulan sekurangnya telah terjadi kali banjir dengan skala kecil hingga besar di Jakarta. Penyebab banjir pun beragam, mulai dari peningkatan intensitas curah hujan, banjir kiriman hingga ketidaksiapan infrastruktur pengendalian banjir seperti matinya pompa, kapasitas saluran air yang tidak memadai, dan penanggulangan sampah.
"Dalam diskusi diharapkan calon wagub tidak fokus pada penanganan paska banjir, tapi juga memberikan solusi untuk mengantisipasi banjir di masa mendatang," jelas Michael.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




