Pemerintah Aceh Agresif Perangi Corona

Senin, 16 Maret 2020 | 16:31 WIB
JS
JS
Penulis: Jayanty Nada Shofa | Editor: JNS
Plt. Gubernur Aceh Nova Iriasnyah ketika meninjau RSUD Zainoel Abidin di Aceh, Kamis (12/3/2020).
Plt. Gubernur Aceh Nova Iriasnyah ketika meninjau RSUD Zainoel Abidin di Aceh, Kamis (12/3/2020). (Pemprov Aceh)

Banda Aceh, Beritasatu.com - Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), upaya melawan virus corona harus melibatkan sinergi antara seluruh kekuatan nasional termasuk para ASN. Oleh karena itu, pemerintah Aceh semakin menunjukkan keseriusannya dalam langkah antisipasi melawan virus corona termasuk penerapan kegiatan belajar di rumah.

Penerapan Kegiatan Belajar di Rumah

Tidak dapat dipungkiri anak-anak cenderung berisiko sebagai carrier [atau berpotensi menularkan virus] apabila kegiatan belajar di sekolah tetap berlangsung. Oleh karena itu, Plt. Gubernur Aceh menghimbau agar kegiatan belajar-mengajar di rumah bagi jenjang pendidikan apapun termasuk universitas.

"Bupati/Wali Kota [harap] mengeluarkan instruksi berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di rumah pada jenjang PAUD, TK, SD dan SMP sesuai dengan kewenangannya," ujar Nova pada surat edaran bernomor 440/4989.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh diminta untuk mengkoordinir sistem pembelajaran ini di tingkat SMA/SMK dan Sekolah Luar Biasa (SLB). Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh menangani dayah atau pesantren terpencil, perbatasan, maupun madrasah ulumul qur'an.

Sedangkan, Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh akan mengeluarkan instruksi kepada Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTS), serta Madrasah Aliyah (MA). Pimpinan perguruan tinggi juga diharapkan mengeluarkan instruksi serupa kepada universitas, akademi hingga politeknik.

Diterapkan sejak Senin (16/3/2020), kebijakan ini akan berlangsung selama dua pekan ke depan.

Tak hanya itu, Nova menghimbau agar para pengajar aktif memantau dan memberikan tugas secara daring. Sebab, ujian nasional akan tetap dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.

Selain aktif melaporkan ke pihak terkait seperti gubernur atau wali kota, petugas pendidikan (guru, kepala madrasah, staf administrasi) dihimbau agar tetap masuk. Untuk tetap mencegah penyebaran virus, sistem absensi yang sebelumnya menggunakan sidik jari kini menggunakan sistem pengenalan wajah.

Antisipasi di Kalangan ASN

Langkah antisipasi diterapkan di kalangan pemerintahan seperti absen manual hingga larangan dinas ke daerah yang terjangkit corona maupun luar negeri kecuali atas permintaan khusus pimpinan. Kegiatan-kegiatan yang melibatkan massa yang ramai termasuk apel, upacara juga dihentikan sementara.

Bagi ASN yang melakukan aktivitas pelayanan publik agar memaksimalkan penggunaan alat perlindungan virus corona.

"Setiap ASN yang sakit demam, flu, batuk agar segera memeriksakan diri pada unit kesehatan dan menyampaikan permohonan cuti sakit kepada atasan," ujar Sekda Aceh Taqwallah.

Sebelumnya, Taqwallah turut menghimbau kepada masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon