Pandemi Covid-19, Ratusan Karyawan Hotel di Sulteng Dirumahkan
Selasa, 7 April 2020 | 08:20 WIB
Palu, Beritasatu.com - Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulawesi Tengah (Sulteng) Fery Taula menyatakan, sejumlah hotel berbintang di Sulteng telah merumahkan ratusan karyawan sebagai imbas wabah Covid-19.
"Sekitar 324 karyawan dirumahkan karena perusahaan tutup. Tutup karena tidak ada tamu, dan tingkat hunian yang sangat rendah dengan persentase maksimal 10 persen saja. Jadi perusahaan tidak memiliki cash flow untuk membiayai operasional termasuk gaji," kata Fery Taula, Senin (6/4/2020).
Karyawan yang dirumahkan kata Fery, meliputi pekerja harian, karyawan kontrak, dan karyawan tetap, namun karyawan tetap merupakan alternatif terakhir untuk dirumahkan.
Dia mengungkapkan, data sementara karyawan yang masih bekerja saat ini tercatat sekitar 220 karyawan. Namun gaji yang diterima dari pihak hotel hanya 50 persen. "Masih ada yang tetap bekerja tapi hanya menerima gaji 50 persen," paparnya.
Menurut Ketua DPD Gabungan Industri Pariwisata Indonesia Sulteng itu, terdapat dua hotel di Palu saat ini menutup sementara aktivitasnya yakni Hotel Santika dan Zamrud.
"Kedua hotel itu tutup mulai 1 sampai 30 April, tetapi bisa buka lebih cepat kalau keadaan membaik," kata Fery.
Khusus Hotel Santika Palu kata dia, tetap ada karyawan administrasi yang bekerja, tetapi sepanjang April hotel tersebut tidak menerima tamu.
Selain Kota Palu, sejumlah hotel di Kabupaten Banggai juga ikut terdampak dimana tingkat hunian menurun drastis dibanding dengan keadaan normal sebelum merebak virus corona.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




